Suara.com - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan dari 19 kabupaten/kota masih ada tiga wilayahnya yang masih dinyatakan negatif Covid-19. Tiga kabupaten/kota tersebut yakni Sawahlunto, Sijunjung, dan Solok Selatan.
"Dari 19 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, alhamdulillah masih ada tiga kabupaten/kota yang negatif. Itu Sawahlunto, Sinjunjung dan Kota Solok,” ujar Irwan dalam video conference, Selasa (12/5/2020).
Irwan kemudian menjelakan ada lima kabupaten/kota di Sumatera Barat yang sudah mengalami penurunan jumlah kasus positif corona, yakni Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman Barat, Pasaman Timur dan Pariman.
Kemudian ada kabupaten yang masih sedang berjuang menekan jumlah kasus positif, meski klaster Covid-19 sudah terputus yakni Kota Padang.
"Kota Padang ini dari sekitar 15-16 klaster, ada delapan klaster sudah terputus. Sisanya itu mungkin masih bentuknya beberapa rumah yang berkembang sedikit keluar," tutur dia.
Tak hanya itu, Irwan mengatakan setidaknya ada dua titik yang menjadi kawasan episentrum yakni Pasar Raya dan Pegambiran.
"Ini pun oleh Pak Wali Kotanya luar biasa ditracking, sampai lebih 1.000 spesimen yang diambil," ucap Irwan.
Selanjutnya di Payakumbuh dan Agam ini satu klaster. Kemudian berkembang menjadi satu klaster di Padang Panjang-Tanah Datar. Namun jumlah kasus positifnya sudah mulai menurun.
"Ini 1 Cluster yang kemudian berkembang. Saat ini pun sebetulnya sudah mulai menurun landai tidak muncul lagi yang positif yang signifikan. Mudah-mudahan ini pertanda juga akan melandai," ucap Irwan.
Baca Juga: Qatar Airways Bagi-bagi 100 Ribu Tiket Gratis untuk Medis Corona di Dunia
Irwan juga mengatakan pihaknya sedang melakukan upaya pengendalian Covid-19 di Bukit Tinggi.
"Kemudian ada beberapa daerah yang saat ini sudah negatif seperti Bukittinggi yang tadi negatif ada lagi positif. Sekarang sedang dilakukan pengendalian," tutur Irwan.
Lebih lanjut, Irwan menegaskan penerapan PSBB merupakan salah satu cara menekan penyebaran Covid-19 di Sumatera Barat.
"Mudah-mudahan ini menjadi efektif ke depan, ditambah lagi dengan tidak adanya perantau pulang. Dengan Permenhub 25, maka kami di Sumatera Barat cukup ringan bekerja karena mengatasi yang sifatnya di dalam saja yang di provinsi saja dengan memperbanyak testing memasifkan tracking. InsyaAllah kalau dua ini kita lakukan Insya Allah sampai pengendaliannya detil kita ketahui," katanya.
Berita Terkait
-
Bejat! Mahasiswi Diperkosa Ayah Tiri di Bukittinggi Saat Ramadan
-
Hasil Swab Negatif, Wakil Wali Kota Bukittinggi Masih Harus Jalani Tes Lagi
-
Tegur Warga karena Berkerumun Saat Corona, Pemuda Tewas Dikeroyok
-
Hasil Rapid Test, Wakil Wali Kota Bukittinggi Positif Corona
-
Lansia di Bukittinggi Pingsan Tiba-tiba, Dievakuasi Petugas Berpakaian APD
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat