Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan meminta dilakukan evaluasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebelum memutuskan melakukan relaksasi sejumlah aturan pengetatan yang diberlakukan selama ini.
Ace mengatakan, dari hasil evaluasi nantinya terlihat apakah penerapan PSBB sudah berhasil menurunkan secara signifikan angka positif Covid-19 di masing-masing daerah atau belum. Apabila belum bisa, maka jangan sampai rencana merelaksasi PSBB justru menimbulkan implikasi terhadap dua hal.
Implikasi pertama, kata Ace, ialah tidak tercapainya tujuan utama PSBB yang diharapkan dapat mencegah persebaran Covid 19 terutama di daerah yang menerapkannya.
"Kedua, kesiapan pemerintah sendiri dalam memberikan dukungan untuk menyusun dan menyediakan alat pencegahan yang sesuai dengan protokol Covid-19 yang ketat pada sektor-sektor yang mengalami relaksasi itu," ujar Ace kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).
Menurut Ace, terpenting saat ini adalah bagaimana pemerintah harus tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga. Jika pun harus dilakukan relaksasi, tentu harus berdasarkan atas evaluasi menyeluruh dengan melakukan penyesuaian dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam mencegah Covid-19.
Untuk itu, pemerintah diminta memperhatikan kedua implikasi yang berpotensi terjadi jika relaksasi PSBB diberlakukan.
"Jika kedua hal tersebut tidak dipersiapkan saya khawatir pemerintah dinilai tidak konsisten dalam menerapkan aturan yang berakibat ketidakpatuhan masyarakat terhadap aturan," katanya.
Berita Terkait
-
DPR Menilai, Pelaksanaan PSBB Masih Kurang Maksimal
-
Soal Wacana Relaksasi, Orang Tua Deg-degan, Siswa Minta Sekolah Jangan Buka
-
Menag Mau Relaksasi Tempat Ibadah, FPI: Wacana Mencari Kambing Hitam
-
Wacana Relaksasi PSBB, Jokowi: Harus Hati-hati, Jangan Tergesa-gesa
-
Sempat Koar-Koar Relaksasi PSBB, Mahfud MD: Belum Diputuskan
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
Prajurit TNI Diserang Israel, Pakar HI Bongkar Pelanggaran Serius Pasukan Zionis
-
BRIN Bongkar Misteri Benda Langit di Lampung, Ternyata Sampah Roket China CZ-3B yang Jatuh
-
Pilot F-15 Hilang, AS Putus Asa Hingga Tembaki Wilayah Iran Saat Operasi Penyelamatan
-
Pesan Paskah 2026: Kardinal Suharyo Ajak Umat Keluar dari Kegelapan dan Tetap Menyala dalam Kasih
-
Padati Gereja Katedral, 2.500 Umat dan Tokoh Nasional Khidmat Ikuti Misa Pontifikal Paskah
-
Ribuan Massa Kepung Kedubes AS, Beri Penghormatan untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
-
Dukung Langkah BGN Setop Sementara SPPG, Legislator DPR: Perlu Penindakan dan Pembinaan
-
Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi, Pahlawan Perdamaian yang Gugur di Misi UNIFIL Lebanon
-
Selain Kajari Karo, Kejagung Amankan Kasi Pidsus dan Jaksa Kasus Amsal Sitepu, Terancam Sanksi Berat
-
Buntut Kasus Amsal Sitepu, Intel Kejagung Amankan Kajari Karo!