Suara.com - Publik dibuat bingung dengan beredarnya foto masker rajut yang dijual oleh seorang wanita di media sosial. Sebab, desain masker rajut itu banyak memiliki lubang.
Masker rajut ini diunggah oleh sebuah akun Facebook pada Rabu (13/5/2020). Ia menjualnya ke banyak grup jejaring sosial di berbagai daerah.
Satu buah masker rajut yang memiliki banyak lubang ini dijual dengan harga Rp 20.000.
Masker itu tersedia dalam beberapa warna. Seperti kuning, oranye, biru, hitam, ungu dan merah maroon.
"Masker rajut harga per pc 20.000 msh banyak model lain," tulis akun Facebook yang menjual masker tersebut.
Bukannya tertarik membeli, warganet justru mengomentari desain masker rajut tersebut. Mereka merasa masker tersebut tidak bisa melindungi tubuh dari virus corona atau Covid-19.
"Ini mah nembus atuh, ngapain pakai masker kalau begini gak ada efek," komentar Rhena Apriani di Facebook.
Warganet lain, Dianhoro Rambadeta Huigsloot, berkomentar, "Yah mungkin di Depok ukuran virus korona segede pentol".
Tangkapan layar postingan penjual masker rajut itu juga dibagikan ke platform media sosial lain, Twitter. Warganet di Twitter juga dibuat heran dengan desain masker rajut itu.
Baca Juga: DPR Imbau Pemerintah Tidak Bebani Rakyat Kecil
"Kok bisa-bisanya. Ada yang jual masker rajut, motifnya lubang-lubang. Tahu, itu fashion..tapi kan.... aish sudahlah," komentar @AkbarDevc.
Komika Fico ikut membagikan postingan masker rajut itu dan memberi komentar menggelitik.
"Jangan marah ya temen-temen, soalnya di Depok emang corona segede cilok," kelakar @ficofachriza_.
Sementara netizen lain menyarankan agar wanita itu memperbaiki masker jualannya.
"Ngerajut tuh gak gampang, kasian juga sih ibunya itu bikin banyak, mending dilapisin kain lagi biar bisa dijual," saran @gustialit123.
"Emak gua juga buat masker rajut, tapi dilapisin lagi sama kain filter di dalamnya, gak kayak ibu yang di post itu. Ibuku ketawa ngakak lihat ini," tulis warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Polisi Viral Pamer Kokang Senpi Laporkan Akun Twitter Ini
-
Oknum Ormas Aniaya Tokoh Agama, Satu Pelaku Diamankan
-
Tulisan di Belakang Truk Ini Bikin Mikir Keras dan 4 Berita Viral Lainnya
-
Viral Video 5 Pria Disiksa Tentara Vietnam, Dituduh Pemberontak
-
Viral! Tolak Tunjukan KTP, Pria Mengaku Dokter: Nggak Boleh Teriak-Teriak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji