Suara.com - Rizal (12), bocah penjual jalangkote yang dibully mendapatkan hadiah dari eks Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Rizal berkesempatan bekerja di perusahaan milik CEO Tiran Group itu tanpa tes setelah lulus SMA nanti.
Kabar membahagiakan itu dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo. Amran mengundang Rizal dan sang ayah datang ke kantornya, AAS Building di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam unggahan tersebut, ada pula video saat Rizal tiba di gedung AAS Building. Ia langsung disambut oleh Amran yang mengenakan pakaian koko.
Rizal tiba di AAS Building tanpa menggunakan alas kaki. Senyum bahagia mengembang di wajahnya saat menerima berbagai macam hadiah dari Amran.
Andi Amran mengaku sangat prihatin dengan aksi perundungan yang dialami oleh Rizal. Perjuangan Rizal yang rela berjualan gorengan sepulang sekolah membuat hati Andi Amran terketuk sehingga ingin membantunya.
Rutinitas Rizal setiap hari berjualan jalangkote sepulang sekolah mengingatkan Amran pada masa kecilnya dulu. Bedanya, dulu Amran berjualan taripang sepulang sekolah.
Amran memberikan hadiah berupa Surat Keputusan (SK) yang tertulis bahwa setelah Rizal menyelesaikan SMA ia bisa bekerja di salah satu anak usaha Tiran Group.
Tak hanya itu, Amran juga memberikan biaya pendidikan dari AAS Foundation untuk Rizal. Tak ketinggalan Amran memberikan hadiah mainan berupa robot berukuran besar untuk Rizal yang masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar itu.
Usai aksi perundungan terhadap Rizal viral di media sosial, banyak bantuan hingga beasiswa mengalir untuk Rizal. Rizal mengaku akan menyimpan uang bantuan tersebut untuk memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci Mekkah.
Baca Juga: Israel: 70 Persen Kasus Covid-19 di Israel Impor dari Amerika Serikat
Aksi perundungan beramai-ramai
Beredar video aksi perundungan yang dialami oleh seorang bocah penjual gorengan. Ia dikerjai oleh sekelompok orang hingga jatuh dari sepeda.
Video pertama memperlihatkan seorang pemuda bersembunyi di balik semak-semak. Tidak berapa lama bocah penjual gorengan melintas dengan naik sepeda.
Pemuda itu lalu menakut-nakuti si bocah penjual gorengan hingga jatuh terperosok ke lapangan.
Video yang lain memperlihatkan bocah itu dikelilingi oleh beberapa pemuda dan salah satunya melakukan kekerasan fisik.
Dalam video kedua ini, si bocah penjual gorengan terlihat memakai kaus yang berbeda.
Berita Terkait
-
Bocah Penjual Gorengan Dapat Hadiah Motor dan Beasiswa dari Gubernur Sulsel
-
Anak Penjual Gorengan Dibully, Ajudan Prabowo Emosi dan 4 Berita Viral Lain
-
Vidcall dengan Bocah Penjual Jalangkote yang Dibully, Dedi Mulyadi Menangis
-
PLN Bantah Pelaku Bully Bocah Penjual Gorengan sebagai Karyawannya
-
Hampir Setiap Hari Dibully, Bocah Penjual Gorengan Kini Tersenyum Lagi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer