Suara.com - Philip Manshaus (22), terduga pembunuhan dan tindakan teror di Masjid Norwegia, dituntut jaksa pengadilan dengan hukuman 21 tahun penjara pada Rabu (20/5/2020).
"Dia tampaknya akan berbahaya untuk waktu yang sangat lama," kata jaksa Johan Overberg, kepada pengadilan di luar Oslo, dikutip Aljazeera, Kamis (21/5/2020).
Manshaus ditangkap pada 10 Agustus 2019, setelah melepaskan tembakan di masjid Al-Noor di pinggir kota Baerum, Oslo, sebagaimana dilaporkan Aljazeera.
Dalam aksi terornya, Manshaus menggunakan rompi anti peluru, dan helm lengkap dengan action kamrea terpasang di atasnya.
Beruntung saat Manshaus melancarkan aksi kejinya, hanya tiga jamaah yang tengah beribadah di Masjid.
Tak ada yang terluka parah dalam kejadian itu, di mana Manshaus akhirnya dicokok seorang pria berusia 65 tahun.
Sebelum melakukan aksi brutal tersebut, Manhaus diketahui lebih dulu melancarkan aksi keji lainnya.
Dia diduga sengaja membunuh adik tirinya, Johanne Zhangjia Ihle-Hansen, yang diadopsi sang ayah dari mantan pacar asal China.
Dalam dakwaannya, Overberg berpendapat bahwa pembunuhan saudara tiri Manshaus adalah eksekusi yang direncanakan dengan motif rasis.
Baca Juga: Studi: Jarak Sosial 2 Meter Tak Cukup, Orang Pendek Bisa Lebih Berisiko
Manshaus tak menampik fakta-fakta yang dibeberkan jaksa di persidangan. Secara mengejutkan dia justru menyebut aksinya perlu dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup ras kulit putih.
Dia juga mengatakan terinspirasi oleh serangan di Christchurch, Selandia Baru pada Maret 2019. Ketika itu, pelaku bernama Brenton Tarrant menewaskan 51 orang dalam penembakan di dua masjid.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!