Suara.com - Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Soekarno-Hatta Anas Ma'ruf mengakui adanya penumpukan yang terjadi pada Kamis (14/5/2020) yang viral di media sosial.
Anas mengatakan penumpukan terjadi karena ada beberapa faktor, di antaranya yakni waktu penerbangan yang bersamaan, sehingga terjadi penumpukan penumpang.
"Ada beberapa faktor barangkali ya. Karena pada tanggal 14 itu ada beberapa slot penerbangan yang waktunya berdekatan," ujar Anas dalam siaran Youtube, Kamis (21/5/2020).
Tak hanya itu, Anas menuturkan calon penumpang di bandara ketika itu adalah penumpang yang bepergian dalam rangka tugas.
"Ya menurut kami kan semuanya ditugas ya. Semua orang yang melakukan perjalanan dilakukan pemeriksaan domumen oleh tim gugus tugas," ucap dia.
Karena itu Anas mengatakan saat ini sudah tidak terjadi penumpang dan langsung dilakukan rekayasa. Calon penumpang kata Anas juga sudah memahami aturan di bandara.
"Dan mereka belum tahu betul aturan dari awal. Kalau sekarang sudah rapi. Dan sekarang dilakukan penyesuaian, perbaikan, dma tidak terjadi lagi seperti kemarin," tutur Anas.
Anas menegaskan pihaknya sudah melakukan pengawasan kepada calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta. Kata Anas, ada 3 pos pengecekan di Bandara Soekarno-Hatta yakni pemeriksaan dokumen, kesehatan dan perjalanan pesawat
"Paling tidak ada 3 check point. Pertama oleh Tim Gugus, dokumen kesehatan perjalanan dan KTP-nya. Kalau misalkan lolos, kita lakukan pembersihan kembali. Karena bisa saja ketika dokumennya lengkap kondisi kesehatannya tidak memenuhi. Suhunya, rasio oksigennya dan lain-lain, kalau syarat (terpenuhi) semua baru diterbitkan izin kesehatan. Kemudian check point ketiga untuk melakukan check in," kata Anas.
Baca Juga: Klaim Patuhi Aturan dan Bayar Rp50 Juta, Bahar Smith Minta Dibebaskan
Lebih lanjut, Anas menyebut maskapai yang mengangkut penumpang juga harus mengikuti protokol kesehatan yakni membawa penumpang 50 persen dari kapasitas. Bahkan ada pengaturan tempat duduk di pesawat.
"Jangan sampai maskapai tidak memenuhi prosedur kesehatan di dalam penerbangan. Karena ingat, selaintempatduduk yang harus diatur, protokol yang ada di dalam pesawat juga harus diikuti. Supaya kita menjamin penerbangan ini sehat. Kemudian krunya juga harus dijamin," katanya.
Berita Terkait
-
Kabar Baik, Sudah 1.780 Pasien Sembuh Setelah Dirawat di RSD Wisma Atlet
-
Wabah Corona di Brasil Makin Buruk, Sehari Ada 20.000 Kasus
-
Mulai dari Tiket, Bandara Soetta Klaim Sudah Terapkan Protokol Kesehatan
-
Masih Minim, Postmortem Disebut Penting untuk Perawatan dan Vaksin Covid-19
-
Menag Beberkan Data Intelijen, Kasus Covid-19 Naik saat Lebaran Jika...
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan
-
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara