Suara.com - Sebuah mal di Thailand memiliki terobosan untuk pelanggannya tetap dapat menggunakan lift tanpa harus menyentuh tombol menggunakan tangan. Hal tersebut menjaganya agar risiko penularan Covid-19 rendah.
Menyadur Channel News Asia, sebuah pusat perbelanjaan di Thailand mengganti tombol pada lift dengan sebuah pedal yang dapat dioperasikan dengan kaki. Sekilas mirip dengan pedal yang ada di mobil-mobil.
Terobosoan tersebut merupakan upaya untuk mencegah penyebaran virus corona serta membantu memulihkan keadaan dan membuat pusat perbelanjaan berjalan normal kembali.
Pelanggan di Seacon Square Bangkok cukup terkejut dan bingung untuk menggunakan pedal di depan dan di dalam lift, tetapi mereka menyambut cara ini sebagai langkah cerdas untuk tetap sehat.
"Mereka melakukan pekerjaan dengan baik dalam mempersiapkan ini. Saya merasa jauh lebih aman karena kami menggunakan tangan kami untuk melakukan berbagai hal sepanjang waktu," kata Watcharaporn, seorang pelanggan.
"Sekarang kita bisa menggunakan kaki kita untuk menekan lift, itu sangat bagus." tambahnya.
Prote Sosothikul, wakil presiden Seacon Development, yang mengawasi mal, mengatakan pedal kaki tersebut membuat tenang pembeli. "Cara termudah untuk terinfeksi adalah ketika Anda menyentuh benda yang telah terkontaminasi," katanya.
"Kemudian Anda menyentuh wajah dan virus itu akan masuk ke mulutmu, matamu, atau apa pun. Jadi, kami membuat gagasan lift yang dapat dioperasikan dengan kaki." jelasnya.
Baca Juga: Warganet Ungkap Mudahnya Punya Mobil di Thailand, Pajaknya Diluar Dugaan
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
KNKT Ungkap Jeda Kecelakaan Maut KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur Hanya 3 Menit 43 Detik
-
Eks Dirjen PHU Diperiksa, KPK Usut Pertemuan dengan Yaqut Terkait Kuota Haji
-
Puluhan Rumah di Bogor Terdampak Kebocoran Bahan Baku Semen seperti 'Hujan Abu'
-
Dirut Terra Drone Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara dalam Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang
-
Komisi V DPR RI Sentil Kemenhub Soal Tabrakan Kereta Bekasi: Jangan Bohong, Ini Urusan Nyawa!
-
Tiga Pendaki Tewas di Erupsi Dukono, Polisi Tetapkan Penyelenggara Open Trip Jadi Tersangka!
-
Dear BGN, IDAI Khawatir Kebijakan Susu Formula di MBG Bikin Ibu Berhenti Menyusui
-
ShopeePay Hadirkan "Pasti Gratis", Transfer ke Semua Bank dan E-Wallet Tanpa Biaya Admin
-
Jejak Kriminal Teror Pocong: Mengapa Modus Mistis Masih Bertahan di Era Digital?
-
Spanduk 'Surat Permohonan Maaf' soal Prabowo-Gibran Terpasang di Gerbang UGM, Kampus Beri Respons