Suara.com - Momen Hari Raya Idul Fitri tahun ini akan terasa berbeda karena adanya pandemi virus corona. Bukan hanya di Indonesia, umat muslim di Michigan juga ikut merasakan perbedaan Hari Raya di tengah pandemi.
Mahmoud Al-Hadidi, seorang dokter dan ketua Dewan Komunitas Muslim Michigan mengungkapkan bahwa Idul Fitri di negara bagian Michigan AS tahun ini akan sangat berbeda. Hal tersebut karena ada beberapa kegiatan yang tidak bisa digelar karena Covid-19.
Menyadur Al Jazeera, tidak akan ada salat di masjid-masjid, tidak ada sarapan bersama, tidak ada karnaval dan tidak ada pesta malam. Bahkan pertemuan keluarga akan dibatasi.
"Biasanya kami mengadakan pesta besar di rumah saya dengan 400 hingga 500 orang," kata Al-Hadidi kepada Al Jazeera.
"Saya tidak akan melakukan itu tahun ini. Saya akan bersama keluarga dekat saya, dan kita tinggal di rumah." kata Al-Hadidi.
Pembatasan pertemuan massal yang diberlakukan untuk menahan penyebaran virus corona, yang diperkirakan akan berlangsung setidaknya 28 Mei, tidak mengurangi semangat untuk merayakan Hari Raya.
Penduduk Michigan tenggara, rumah bagi salah satu komunitas Muslim terbesar di Amerika Serikat, mengatakan mereka memiliki cara inovatif untuk menyambut Idul Fitri, sambil tetap berpegang pada langkah-langkah yang menjauhkan sosial.
"Kami bertekad untuk merayakan dan bahagia terlepas dari semua keadaan, kami akan beradaptasi," ujar Al-Hadidi.
Ribuan umat muslim akan mendengarkan khotbah Idul Fitri langsung yang ditayangkan di televisi lokal dan disiarkan di media sosial pada Minggu pagi (24/05).
Baca Juga: Ngeri! Amerika Serikat Bahas Rencana Uji Coba Senjata Nuklir
Pada hari yang sama, akan dibagikan bingkisan untuk anak-anak secara drive-thru yang diklaim sebagai yang pertama sejak merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sembari menunggu, masyarakat dapat mendengarkan musik.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!