Suara.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo memastikan pemerintah sudah mulai memberikan insentif kepada tenaga kesehatan. Insentif tersebut sudah mulai disalurkan secara bertahap mulai 22 Mei 2020 lalu.
"Bapak Menteri Kesehatan (Terawan Agus Putranto) telah melaporkan kepada Bapak Presiden (Jokowi) tentang insentif kepada tenaga kesehatan yang sudah mulai disalurkan sejak tanggal 22 Mei yang lalu, yaitu pada hari Jumat dan terus berlanjut sampai dengan selesai," ujar Doni usai rapat terbatas melalui video conference, Rabu (27/5/2020).
Ia memastikan penyaluran insentif diberikan sesuai data Kemenkes. Doni berharap Kemenkes memperhatikan data petugas kesehatan. Sehingga insentif yang disalurkan betul-betul bisa dipertanggungjawabkan.
"Artinya data-data ini akan tetap menjadi perhatian dari Kementerian Kesehatan sehingga tidak salah nama dan alamat penerima betul-betul akurat sehingga anggaran yang dikeluarkan bisa dipertanggungjawabkan," katanya.
Untuk diketahui, pemberian intensif kepada tenaga kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/278/2020 yang dikeluarkan pada 27 April 2020.
Besaran insentif ditentukan sesuai dengan keahliannya. Adapun insentif untuk dokter spesialis sebesar Rp 15 juta, dokter umum dan gigi yakni Rp 10 juta, bidan dan perawat sebesar Rp 7,5 juta, tenaga medis lainnya Rp 5 juta.
Kemudian pemberian insentif juga diberikan kepada tenaga medis di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP), Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP), dinas kesehatan provinsi dan kabupaten atau kota, puskesmas, serta laboratorium sebesar Rp 5 juta.
Berita Terkait
-
Panduan New Normal Tempat Kerja dari Kemenkes, dari Lembur hingga Makanan
-
Kemenkes Siapkan Protokol Kesehatan Untuk Kehidupan New Normal Covid-19
-
Qatar Airways Bagi-bagi 100 Ribu Tiket Gratis untuk Medis Corona di Dunia
-
Ini Tingkatan Penggunaan APD bagi Tenaga Medis yang Tangani Covid-19
-
674 Tenaga Medis DKI Diinapkan di Hotel, akan Bertambah 90 Orang
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya