Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran terkait untuk memprioritaskan percepatan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berdampak pada penguatan ekonomi rakyat dan pemulihan ekonomi nasional.
Hal ini dikatakan Jokowi Rapat Terbatas Evaluasi PSN utk Pemulihan Ekonomi Nasional dampak Covid 19 melalui video conference, Jumat (29/5/2020).
"Terkait dengan proyek strategis nasional yang sedang berjalan saya minta diprioritaskan percepatan pelaksanaan PSN yang berdampak bagi penguatan ekonomi rakyat yang berdampak pada pemulihan ekonomi nasional," ujar Jokowi.
Jokowi menuturkan, PSN yang juga penting diprioritaskan bagi penguatan ekonomi rakyat yakni program sertifikasi tanah, legalisasi lahan transmigrasi, reforma agraria hingga peremajaan perkebunan rakyat.
Untuk itu, Jokowi meminta agar kementerian terkait secepatnya menyelesaikan berbagai hambatan pelaksanaan PSN.
Pasalnya ia mendapat laporan masih adanya hambatan seperti pembebasan lahan dalam pelaksanaan PSN.
"Saya menerima laporan bahwa hambatan yang paling besar masih ada urusan pembebasan lahan," kata Jokowi.
Kepala Negara juga meminta pelaksanaan program-program tersebut tetap berjalan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.
"Saya ingin memastikan bahwa program-program ini tetap berjalan tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan secara ketat," katanya.
Baca Juga: Luhut Disebut Pengkhianat, Ferdinand: Dia Sedang Majukan Ekonomi Rakyat
Berita Terkait
-
Ditangkap, Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur Dibawa ke Bareskrim Polri
-
Jokowi Terima Usulan 245 PSN Baru: Harus Betul-betul Dihitung
-
Fotografer Senior Sindir Roy Suryo: Ngaku Pakar, Karya Enggak Ada
-
Presiden Jokowi Minta Industri Pariwisata Tak Tergesa-gesa Buka Usaha
-
Kirim Surat Terbuka Minta Jokowi Mundur,Ruslan Buton Ditangkap Polisi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus
-
Pimpin Revitalisasi Kawasan, Rano Karno Bakal Berkantor di Kota Tua
-
TAUD Ungkap Ada 16 Terduga Pelaku Sipil di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Sekutu AS Kecam Israel, Desak Gencatan Senjata dengan Iran juga Berlaku di Lebanon