Suara.com - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said menanggapi insiden penangkapan eks TNI yang mengirim surat pada Presiden untuk mundur dan insiden Diskusi Pemberhentian Presiden di UGM.
Menurut Sudirman Said, dua insiden itu merupakan bentuk dari adanya gejala demokrasi.
Hal ini dia sampaikan ketika ditanya Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.
"Sekarang ini kok ada kesan banyak tuntutan, terakhir ini, Presiden untuk mundur. Ada kesan begitu, ada yang namanya Ruslan Buton dan Diskusi di UGM itu juga ada diskusi tentang pemberhentian Presiden. Kalau Bung Dirman sendiri melihat ini sebagai gejala apa ya?" tanya Refly di kanal Youtube-nya yang diunggah pada Sabtu, (30/5/2020).
Sudirman Said lantas menjawab, "Bung Refly lebih tahu, ini gejala demokrasi, ya."
Jawaban itu langsung disambut tawa baik oleh Sudirman Said dan Refly Harun.
Sudirman melanjutkan bahwa dua insiden itu merupakan bentuk pengungkapkan suara rakyat. Termasuk rakyat yang pernah memiliki jabatan.
"Ya rakyat boleh bicara apa saja. Siapapun itu mau Kapten atau Jenderal. Saya selalu have the same right of voice apapun yang jadi pikirannya," kata Sudirman.
Menurut Sudirman, di masa demokrasi yang terbuka ini bisa memiliki kesiapan secara moral dan kompetensi.
Baca Juga: Pengancam Mahasiswa Diskusi Pemakzulan Presiden Mengaku dari Ormas
"Nah, tentu saja risiko dari demokrasi di alam seperti ini di mana media sosial begitu mengemuka, menjadi public leader di masa yang terbuka ini menuntut kesiapan baik moral maupun kompetensi," lanjut Sudirman.
Ketika isu yang dilayangkan kepada Presiden ini kemudian dikaitkan dengan Covid-19, Sudirman mmemiliki jawaban lanjutan.
Pria yang kini aktif di Palang Merah Indonesia (PMI) ini menilai bahwa krisis adalah cara menguji kemampuan para pemimpin secara spontan.
"Ini gejala demokrasi yang biasa saja. Kalau dikaitkan dengan Covid-19 ini, rasanya memang krisis itu the real test buat pemimpin karena krisis tidak ada planning-nya, tidak ada script-nya. Krisis itu spontan tidak direncanakan, karena itu kemampuan spontan yang diuji," papar Sudirman Said.
Untuk diketahui, beberapa waktu lalu seorang Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara, Rulsan ditangkap diduga berkaitan dengan isi surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur dari jabatannya.
Kepala Penerangan Komando Resimen (Kapenrem) 143/Kendari Mayor Sumarsono membenarkan kabar penangkapan tersebut. Menurutnya, Ruslan ditangkap anggota Pusat Polisi Militer (Puspom) dan Mabes Polri.
Berita Terkait
-
Suruh Jokowi Mundur, Bareskrim Korek Peran Pecatan TNI Ruslan Buton
-
Ruslan Buton Ditangkap Diduga soal Surat Jokowi, #SaveRuslanButon Bergema
-
Pecatan TNI Minta Jokowi Mundur, Ruslan Buton Bentuk Serdadu Eks Trimantra
-
Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Refly Harun Puji Susi Pudjiastuti
-
Soal Rangkap Jabatan, Refly Harun Ungkap Gaji Staf Menteri & Komisaris BUMN
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi