Fasisme dianggap Antifa sebagai ancaman serius lantaran bakal menanamkan ide-ide yang mengarah pada penargetan terhadap orang-orang terpinggirkan seperti ras minoritas, wanita, dan anggota LGBT.
"Argumennya adalah bahwa militan anti-fasisme secara inheren membela diri karena kekerasan yang didokumentasikan secara historis yang diajukan oleh kaum fasis, terutama kepada orang-orang yang terpinggirkan," kata Mark Bray.
Strategi Antifa dalam Melancarkan Aksi
Mark Bray mengatakan Antifa memiliki pendekatan taktik yang murip dengan kelompok-kelompok anarkis, seperti berpakaian serba hitam, dan menggunakan topeng.
Di era modern, demonstrasi bukan jadi satu-satunya cara bagi Antifa dalam melawan musuhnya dan mengampanyekan pemikiran mereka.
Lewat media sosial, Antifa dilansir BBC kerap kali meneror politikus atau organisasi sayap kanan dengan menyebar informasi pribadi atau lebih dikenal dengan nama Doxxing.
Lewat metode tersebut, Antifa berhasil membuat pro sayap kanan dipecat dari pekerjaan mereka.
Alasan Antifa Kerap Menggunakan Kekerasan
Antifa terkenal dengan teror yang mengincar berbagai fasilitas publik. Mereka kerap mempertontonkan aksi kekerasan dalam mengampanyekan tujuan mereka.
Baca Juga: Disembunyikan di atas Lemari, Polisi Sita Ganja 16 Gram dari Dwi Sasono
Mark Bray selaku penulis buku ANTIFA: The Anti-Fascist Handbook menyebut kekerasan dibenarkan oleh Antifa lantaran menganggap kelompok fasis dan rasis juga melakukan hal serupa lewat suatu sistem.
"Jika kelompok rasis atau fasis dibiarkan berorganisasi dengan bebas, itu pasti akan menghasilkan kekerasan terhadap masyarakat yang terpinggirkan," kata Bray.
Menyadur BBC, aksi kekerasan yang dilakukan Antifa tercatat beberapa kali mampu mengganggu stabilitas prganisasi sayap kanan.
Bahkan beberapa rapat umum dan pidato di Amerika sempat berhenti karena teror dari kelompok anti-fasis tersebut.
Kerusuhan yang baru-baru ini terjadi di Amerika Serikat setelah kematian pria kulit hitam George Floyd juga diduga telah ditunggangi Antifa, kendati belum ada bykti kuat terkait hal itu.
"Mereka mengatakan jika kekerasan memang terjadi, tapi itu sebagai bentuk pembelaan diri," tulis BBC dikutip Suara.com, Senin (1/6/2020).
Tag
Berita Terkait
-
Rusuh Protes George Floyd, Trump Masukkan Antifa ke Daftar Teroris
-
Aksi untuk George Floyd, Ribuan Demonstran Padati Kedubes AS di London
-
Para Dokter Sebut Penarikan Diri AS dari WHO Bisa Ancam Kesehatan Global
-
Kerusuhan di Minneapolis, Jurnalis Reuters Kena Tembak Polisi
-
Jenazah George Floyd akan Dibawa ke Kampung Halaman di Houston
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM
-
Jelang Muktamar NU Ke-35, Menimbang Sosok Rais Aam Ideal di Tengah Tantangan Abad Kedua
-
Sentil Kesenjangan Pendidikan, Hafid Abbas: 99,5 Persen Kampus Berkualitas Menumpuk di Jawa
-
Di Balik Gempuran 187 Serangan Siber Per Detik, RUU KKS Dicurigai Bakal Represif
-
Hakim yang Vonis Nadiem Makarim Dilaporkan ke KY, Ada Bukti Rekaman Ketiduran Saat Sidang
-
Polisi Ungkap Peran 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha, Ada Satpam dan Petugas Kebersihan
-
Wamensos Dorong Percepatan Sekolah Rakyat di Wilayah 3T Saat Terima Audiensi DPRD Teluk Wondama
-
Cerita Mahasiswa UI di DPR, Ada Akademisi Dicekal Masuk Kampus Akibat Intervensi Politik
-
Gubsu Bobby Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemprov Sumut Catat Surplus Rp521,494 M