Suara.com - Merujuk pada kerusuhan yang muncul selama aksi demonstrasi untuk George Floyd, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin (1/6), menyebut para gubernur "lemah" dan mendesak mereka untuk mengambil sikap tegas.
Menyadur Washington Post, Trump yang berbicara melalui telekonferensi mengatakan jika para gubernur tak mengambil sikap keras, mereka akan terlihat seperti orang bodoh.
"Anda harus mendominasi. Jika Anda tidak mendominasi, Anda membuang-buang waktu," ujar Trump.
"Anda harus menangkap orang, Anda harus mengadili orang, Anda harus memasukkan mereka ke penjara selama 10 tahun dan Anda tidak akan pernah melihat hal ini lagi," kata dia.
Trump juga menyebut ia akan mengirim pasukan militer AS untuk meredam kerusuhan-kerusuhan yang terjadi di seantero Amerika Serikat jika wali kota dan gubernur masih enggan mengambil langkah tegas.
"Kami mengakhiri kerusuhan dan pelanggaran hukum yang telah menyebar di seluruh negara kami. Kami akan mengakhiri sekarang," sambungnya.
Mengutip laporan NBC News, Trump mengklaim diirnya memiliki data soal siapa dalang dan penghasul profesional dibalik kerusuhan-kerusuhan yang terjadi, namun ia tidak merinci lebih lanjut.
Jaksa Agung Bill Barr yang juga bergabung dalam telekonferensi mengatakan kepada para gubernur, bahwa para pemrotes akan menyambangi negara-negara bagian yang tidak total dalam penegakan hukum.
Pun ia menyebut perlu ada upaya yang dilakukan para gubernur untuk menghentikan penghasut dan dalang dibalik kerusuhan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT