Suara.com - Seekor harimau di India dijatuhi hukuman kurungan seumur hidup di penangkaran setelah bertanggung jawab atas tewasnya tiga orang.
Menyadur The News, harimau berusia lima tahun ini akan menghabiskan sisa hidupnya di penangkaran yang telah disiapkan otoritas berwenang di Madhya Pradesh.
Kepala penjaga satwa liar di Margasatwa Madhya Pradesh SK Mandal mengatakan pihaknya sempat mengembalikan hewan berjenis kelamin jantan ini ke alam liar. Namun, predator ini malah masuk ke pemukiman warga.
"Satu-satunya pilihan yang tersisa adalah memasukkannya ke dalam penangkaran untuk memastikan harimau dan manusia aman," kata Mandal.
Harimau yang mendapatkan julukan 'pengembara' ini dikirim ke kebun binatang di Bhopal pada Sabtu (6/6), setelah tersesat dan berburu di kawasan pemukiman warga dan menyerang ternak.
Otoritas berwenang sebenarnya memutuskan untuk menangkap harimau yang telah dipasangi alat deteksi ini beberapa bulan lalu, namun upaya ini ditunda lantaran adanya lockdown guna mencegah sebaran virus corona.
"Butuh waktu baginya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kami akan memantau perilakunya," ujar direktur Taman Nasional Van Vihar, Kamlika Mohanta.
"Hingga saat ini, (harimau) itu akan tetap di sel isolasi. Keputusan untuk dihadirkan di kebun binatang atau mengirimkannya ke safari (berpagar) akan diputuskan dikemudian hari," imbuh dia.
Harimau yang juga disalahkan karena menyerang ternak ini telah melakukan perjalanan sejauh lebih dari 500 kilometer dari Maharshtra barat ke distrik Betul di negara bagian Madhya Pradesh pada 2018 silam.
Baca Juga: Bertahan Hidup Ala Guru Honorer Bergaji Rp200 Ribu, Netizen Serasa Ditampar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia
-
Polemik Ijazah Jokowi Kembali Ramai usai Nama JK Disebut, Pengamat Soroti Perang Narasi
-
Dinkes Catat Lonjakan Kasus ISPA: Waspadai Biaya Tersembunyi di Balik Batuk yang Tak Tertangani
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan
-
Ada Transfer Teknologi Alutsista? Ini 5 Fakta Kemitraan Indonesia dan Departemen Urusan Perang AS
-
Napi Koruptor Nikel Supriadi Kepergok Santai di Ruang VVIP Coffee Shop, Ditjenpas Periksa Kalapas!
-
Pramono Wanti-Wanti Dampak El Nino, Pemangkasan Pohon Bakal Dikebut
-
Omzet Miliaran! Bareskrim Bongkar Jaringan Gas N2O Whip Pink di 12 Kota