Suara.com - Kepolisian Malaysia berhasil menangkap tiga tersangka yang terlibat dalam kasus penyeludupan narkoba dengan menggunakan drone.
Menyadur Channel News Asia pada hari Rabu (24/62020) kepolisian Malaysia telah menangkap dua orang tambahan atas sebuah kasus penyeludupan narkoba menggunakan drone. Pesawat tanpa awak itu membawa barang haram dari Johor Bahru ke Singapura.
Penangkapan ini terjadi setelah pihak berwenang mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka telah menangkap warga Singapura bernama Mohamad Azli Ahmad Said (40) juga dikenal sebagai "Boy Setan".
Kepala polisi Johor Ayob Khan Mydin Pitchay mengatakan bahwa seorang perempuan Malaysia (23) ditangkap di Taman Mount Austin. Satu orang lagi adalah seorang pria (41) warga Singapura, ditangkap di sebuah kondonimium di kota Johor Bahru.
Ayob Khan mengatakan, baik Mohamad Azli dan rekan prianya adalah anggota masyarakat rahasia dan juga dicari oleh Kepolisian Singapura (SPF) atas kasus narkoba dan kriminal.
"Kedua lelaki itu dalam keadaan mabuk ketika kami menanyai mereka, jadi kami beri waktu. Mungkin akan ada lebih banyak operasi yang diluncurkan, karena jika kita perhatikan, jumlah total obat yang disita tidak banyak. Bahkan obat-obatan yang disita di Singapura tidak banyak. Tetapi ini adalah operandi baru," kata Ayob Khan saat konferensi pers dikutip dari Channel News Asia.
Polisi Malaysia menyita 30 pil ekstasi, 13,6 gram sabu, dan 2,4 gram heroin, dengan nilai total 2.590 ringgit (sekitar Rp 8,5 juta).
"Kami akan menuntut mereka di sini terlebih dahulu, karena pelanggaran dilakukan di Malaysia. Mereka akan menghadapi hukum Malaysia sebelum kami memulangkan mereka (ke Singapura)," tambah Ayob Khan.
Ketika ditanya tentang kemungkinan mencegah penerbangan drone seperti itu di masa depan, ia mengatakan polisi belum memiliki peralatan yang memadai.
Baca Juga: Kabar Baik, Tingkat Kesembuhan Virus Corona di Malaysia Sudah 95,8 Persen
"Sebenarnya, drone membutuhkan izin dari otoritas penerbangan publik, seperti Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM). Setiap penerbangan drone membutuhkan izin," jelas Khan.
"Apalagi jika Anda menerbangkan drone di ruang keamanan seperti markas polisi atau titik masuk / keluar imigrasi." tambahnya.
SPF dan Biro Narkotika Pusat (CNB) mengatakan dalam rilis berita bersama pada Sabtu lalu bahwa empat warga Singapura ditangkap setelah pihak berwenang menangkap sebuah drone yang membawa obat-obatan di Taman Waduk Kranji.
Menurut rilis berita tersebut, polisi mendeteksi "aktivitas pesawat tak berawak yang tidak biasa" di sekitar taman sekitar pukul 5.45 sore waktu setempat pada Rabu lalu.
Petugas dari Divisi Polisi Woodlands dikirim untuk menyelidiki dan mereka mengamati sebuah drone yang membawa sebuah tas.
Polisi kemudian menemukan dan menangkap dua pria, berusia 29 dan 34, diyakini mereka yang mengoperasikan pesawat tanpa awak tersebut. Drone dan tas hitam kemudian disita. Investigasi menunjukkan tas hitam tersebut berisi zat yang dicurigai sebagai obat-obatan terlarang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!
-
Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi
-
Momen Anwar Usman Bacakan Putusan MK Terakhir, Sampaikan Permohonan Maaf dan Pamit Jelang Pensiun
-
Rapper Bobby Vylan Teriakan Kematian untuk Tentara Israel di London, Komunitas Yahudi Ketar-ketir
-
Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gedung Peluru AS di Al Dhafra
-
Brutal! Rudal Israel Serang Gaza: 13 Orang Tewas, Termasuk Anak-anak dan Ibu Hamil
-
Di Balik Ramainya Mudik Lebaran, Ada Porter yang Hanya Bisa Pulang Sehari
-
Laporan Intelijen AS Sebar Fitnah Tentang Mojtaba Khamenei, Reaksi Donald Trump Jadi Sorotan
-
Amuk Celurit di Cilincing: Sopir Angkot Tewas Dibacok, Pelaku Diciduk Saat Bersembunyi di Kontainer
-
Polisi Sita Puluhan Petasan Hingga Samurai dari Konvoi Remaja Berkedok Berbagi Takjil di Taman Sari