M. Reza Sulaiman
Jum'at, 26 Juni 2020 | 03:05 WIB
Unilever dukung LGBT (Instagram/unilever)

Suara.com - Pihak Unilever Indonesia akhirnya angkat bicara terkait unggahan dukungan terhadap gerakan Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ+) yang memancing reaksi warganet.

Melalui keterangan tertulis, Governance and Corporate Affairs Director Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso mengatakan Unilever sangat menghormati budaya Indonesia.

"Unilever beroperasi di lebih dari 180 negara dengan budaya yang berbeda. Secara global dan di Indonesia, Unilever percaya pada keberagaman dan lingkungan yang inklusif," katanya, Kamis (25/6/2020).

Ia menyebut keberadaan Unilever di Indonesia sudah 86 tahun. Oleh karena itu, Unilever menegaskan sangat menghormati budaya dan norma di Indonesia.

"Kami telah berada di Indonesia selama 86 tahun, dan kami selalu menghormati dan memahami budaya, norma dan nilai-nilai setempat. Oleh karena itu, kami akan selalu bertindak dan menyampaikan pesan-pesan yang sesuai dengan budaya, norma dan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia," urai Sancoyo.

Diberitakan sebelumnya, akun Unilever menyatakan dukungannya terhadap gerakan Lesbian Gay Biseksual Transgender Queer (LGBTQI+). Sikap Unilever dukung LGBT tersebut langsung disambut kecaman keras dari warganet Indonesia hingga muncul ancaman untuk memboikot produk Unilever.

Melalui akun resmi Instagram @unilever pada 19 Juni 2020, Unilever menyatakan dukungannya terhadap gerakan LGBTQI+. Mereka juga mengubah warga logo U menjadi berwarna pelangi seperti logo LGBTQI+.

"Kami berkomitmen membuat kolega LGBTQI+ kami bangga dengan kami. Itu sebabnya kami mengambil tindakan bulan Pride ini," tulis Unilever seperti dikutip Suara.com, Kamis (22/6/2020).

Warganet ramai-ramai boikot Unilevver (Instagram/Unilever)

Dalam mendukung kampanye tersebut, Unilever telah menandatangani Deklarasi Amsterdam, bergabung dengan Open for Bussiness untuk menunjukkan bahwa Unilever dengan inklusi LGBTQI+ serta meminta Stonewall mengaudit kebijakan dan mengukur tindakan Unilever dalam bidang ini.

"Inisiatif-inisiatif ini hanyalah permulaan. Keragaman kita sebagai manusia membuat kita lebih kuat. Inklusi untuk semua membuat kita lebih baik," paparnya.