Suara.com - Remaja lelaki asal Chicago, Amerika Serikat, nekat menembak dua remaja lain hingga tewas hanya karena pertanyaan soal tinggi badan.
Menyadur New York Post, Jasean Francis dan Charles Riley kehilangan nyawa seusai bertanya berapa tinggi si pelaku, Laroy Battle.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (20/6) akhir pekan lalu di dekat minimarket, tempat Francis yang berusia 17 tahun dan Riley yang berusia 16 tahun, membeli camilan permen.
Kepolisian mengatakan, dua remaja tersebut tak sengaja bertemu Battle. Melihat pria berusia 19 tahun ini cukup tinggi, Francis dan Riley pun menanyakan detil tinggi badannya.
Bukannya menjawab, pria yang memiliki tinggi 190 sentimeter itu malah melancarkan sembilan tembakan ke arah dua remaja tersebut.
"Para korban berkomentar, karena Battle cukup tinggi, dan mereka bertanya berapa tinggi dia, berharap bisa setinggi itu di suatu hari nanti," ujar Wakil Kepala Detektif Chicago Brendan Deenihan.
Francis yang tertembak di punggung, dada, dan tangan kiri, serta Riley yang menderita luka tembak di punggung dan kaki kiri dinyatakan tak selamat seusai dibawa ke Pusat Medis Universitas Chicago.
Para korban, menurut keluarga, digambarkan sebagai anak-anak yang baik. "Dia masih kecil," kata bibi Francis, Latonya Pettit.
"(Francis) menyukai video game, camilan. Itu adalah hal yang dia suka. Dia akan pergi ke toko setiap hari untuk membeli camilan itu," katanya.
Baca Juga: Saat Pembimbing Rohani Dampingi Pasien Covid-19 di Kondisi Kritis
Battle sebelumnya telah ditangkap tiga kali karena masalah penggunaan senjata tanpa izin.
Ia diringkus seusai pihak kepolisian melihat rekaman cctv di dekat lokasi insiden penembakan Francis dan Riley.
Riley dan Francis termasuk di antara 12 anak di bawah umur di Chicago yang terkena tembakan pada saat perayaan Hari Ayah.
Pekan lalu, setidaknya 13 orang tewas akibat tembakan termasuk bocah lelaki usia 1 tahun dan bocah perempuan usai 10 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status "Cucu Nabi" Demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Bakal Lawan Lewat Nota Pembelaan Pagi Ini
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Netanyahu Sebut Donald Trump Sepakat Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
-
Buntut Penjemputan Paksa Putri Ahmad Bahar, Komisi III Desak Usut Dugaan Intimidasi di Markas GRIB
-
Lukman Hakim Singgung Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi': Balas dengan Karya, Bukan Represif
-
Bongkar Horor Penjara Israel, Maimon Herawati: Relawan Disiksa, Dokter Tewas Diperkosa
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman