Suara.com - Syarat minimal usia yang diterapkan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta mengakibatkan banyak calon peserta didik tidak bisa masuk sekolah negeri yang dekat dengan rumahnya. Mereka pun mau tidak mau harus mencari sekolah swasta yang biayanya lebih tinggi dari sekolah negeri.
Terkait itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta disebut akan memberikan bantuan dengan menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Bantuan itu akan diberikan kepada calon peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memenuhi hak atas pendidikan anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri tersebut karena faktor usia," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti saat menjelaskan melalui telekonferensi, Senin (29/6/2020).
Retno mengungkapkan hal tersebut disampaikan Disdik DKI Jakarta saat memenuhi panggilan karena banyaknya pengaduan orangtua siswa terkait syarat usia dalam PPDB.
Kemudian Disdik DKI Jakarta kata Retno, juga berjanji akan mengevaluasi kebijakan PPDB yang tahun ini diterapkan. Namun untuk perbaikan dan pelaksanaannya akan dilakukan pada PPDB tahun depan.
Disdik DKI Jakarta akan berkonsultasi terlebih dahulu kepada Kemdikbud terkait syarat usia yang menimbulkan kekisruhan khususnya bagi para orangtua calon peserta didik.
"Terkait tepat atau tidaknya kebijakan usia dalam PPDB 2020, mengingat ketentuan usia dalam Permendikbud bukanlah kriteria utama," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Anak 12 Tahun Ditolak 24 Sekolah Dekat Rumahnya karena Usia, Ini Kisahnya
-
KPAI Minta Disdik DKI Jakarta Tambah Kursi dan Buka PPDB Tahap Dua
-
Protes Sistem PPDB Jakarta, Orang Tua Murid Demo di Kantor Kemendikbud
-
Pelajar Dilaporkan Stres hingga Meninggal karena Sulit Masuk Sekolah Negeri
-
Aduan Soal PPDB ke KPAI, Komisioner Sebut Paling Tinggi Soal Usia
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
JK Gelar Tasyakuran Milad ke-84, Sudirman Said: Pikiran Beliau Masih Sangat Diperlukan Bangsa Ini
-
Prabowo di Nganjuk: Bung Karno Milik Seluruh Bangsa, Bukan Milik Satu Partai Saja
-
Tepis Isu RI Bakal 'Collapse', Prabowo: Rakyat di Desa Nggak Pakai Dolar, Indonesia Masih Oke!
-
Prabowo: Kita Tidak Sombong, Tapi Indonesia Kini di Pihak yang Memberi Bantuan bagi Dunia
-
Canda Prabowo ke Jumhur Hidayat di Nganjuk: Dulu Bolak-balik Masuk Penjara, Sekarang Jadi Menteri
-
Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
-
Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia
-
Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya
-
WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir