Suara.com - Baru-baru ini, isu penarikan uang tunai dari ATM dan Bank kembali muncul di media sosial. Kabar tersebut muncul usai seorang pengguna Facebook bernama Rhee Nath mengimbau masyarakat untuk segera melakukan penarikan uang.
Melalui akun Facebook-nya, ia mengunggah sebuah video yang mana berisi narasi agar masyarakat segera melakukan penarikan uang dari Bank. Pasalnya, ia menilai negara sedang dalam keadaan sulit sehingga ditakutkan akan terjadi krisis.
"AYO SEGERA TARIK SEMUA UANG SIMPANAN DARI BANG ASING & ASENG & PEMERINTAH. SAMPAI KEDAULATAN RAKYAT MENANG MELAWAN KECURANGAN & KEZALIMAN. JANGAN BERIKAN UANG KITA HANYA UNTUK SEGELINTIR PEMODAL KAPITALIS YANG MERUSAK BANGSA DAN NEGARA!!!" demikian penggalan keterangan dalam video yang diunggah oleh Rhee Nath.
Namun, benarkah demikian? Benarkah negara dalam keadaan sulit sehingga nasabah harus segera melakukan penarikan?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, diketahui bahwa kabar penarikan uang dari ATM dan Bank adalah kabar hoaks atau kabar bohong. Pasalnya, tidak benar jika negara dalam keadaan sulit.
Otoritas Jasa Keuangan menyatakan bahwa pada bulan Mei 2020, tingkat permodalan dan likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang aman. Oleh sebab itu, isu penarikan uang langsung ditindaklanjuti oleh pihak OJK agar tidak membuat masyarakat resah.
"OJK telah melaporkan informasi hoaks ini kepada pihak Bareskrim Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk diusut dan ditindak sesuai ketentuan karena telah menimbulkan keresahan di masyarakat," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo, Rabu (1/7/2020).
KESIMPULAN
Baca Juga: Ramai Isu Tarik Uang Besar-besaran di Bank Bukopin
Dari penjelasan di atas, maka bisa dipastikan bahwa isu penarikan uang tunai dari ATM dan Bank adalah kabar hoaks. Informasi tersebut tidak benar apalagi jika menuduh negara dalam keadaan sulit. Sampai saat ini kondisi keuangan negara masih terkendali sehingga tidak benar jika masyarakat sampai harus melakukan penarikan di ATM dan Bank.
Berita Terkait
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai
-
Nilai Transaksi Kripto 2025 Capai Rp482,23 Triliun, Turun dari 2024
-
Gegara Tipu Daya Cinta, Uang Masyarakat Rp 49,19 Miliar Lenyap
-
OJK Waspadai Efek Domino Operasi Militer AS di Venezuela terhadap Stabilitas Keuangan RI
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?