Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon mengkritisi aksi penembakan terhadap dua petani di Poso, Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh Satgas Tinombala. Menurut Fadli Zon, harga nyawa di Indonesia sangat murah.
Hal itu disampaikan oleh Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya @fadlizon. Fadli merasa heran dengan peristiwa penembakan tersebut.
"Murah sekali nyawa di Republik Indonesia, petani kok ditembak," kata Fadli Zon seperti dikutip Suara.com, Selasa (7/7/2020).
Menurut Fadli Zon, petani merupakan tulang punggung ketahanan pangan. Tanpa petani, maka ketahanan pangan Indonesia akan terancam.
Fadli Zon juga menyindir mengenai Pancasila. Menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan, sebab petani justru menjadi sasaran penembakan.
"Tanpa petani rakyat makan apa? Ironis, gembar-gembor Pancasila, petani ditembak mati," ungkap Fadli Zon.
Untuk diketahui, dua petani tewas ditembak oleh pasukan Satgas Tinombala. Kedua petani tersebut langsung ditembak mati lantaran menolak memberikan identitas kepada pasukan yang sedang bertugas menangkap teroris di Poso.
Insiden tersebut terjadi pada 2 Juni sore saat cuaca sedang hujan sehingga tak ada masyarakat yang pulang. Kedua petani itu memasuki area KM 09 Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso tanpa melapor ke petugas yang berada di Pos Sekat.
Lokasi tersebut merupakan zona merah yang sering terjadi kontak senjata antara satgas dengan kelompok teroris.
Baca Juga: Fahri Hamzah Pamer Tambak Udang, Fadli Zon: Calon Konglomerat
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Aawi Setiyono menegaskan, Satgas Tinombala telah melakukan prosedur standar dengan berteriak agar kedua petani itu tidak bergerak dan melarikan diri, namun imbauan itu tak diindahkan. Pasukan Satgas Tinombala langsung melakukan penembakan hingga keduanya tewas.
Danpas Pelopor dan Karo Provost Divpropam Polri langsung datang ke Poso pada 8-13 Juni untuk melakukan investigasi terhadaap 12 anggota Satgas Tinombala yang bertugas kala itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung