R mengatakan ketika itu dirinya bersama adik dan kedua temannya duduk di depan rumahnya. Namun tiba-tiba ayahnya Ahmad Fauzi datang mengenakan helm dan masker langsung mendobrak pintu rumah.
"Saya lagi nongkrong, terus ada motor kencang tiba-tiba berhenti di depan rumah. Pas saya lihat itu ayah saya, dia pakai masker pakai helm terus aku langsung bilang 'Mama ada ayah', terus ayah dobrak pintu," ujar R.
Melihat ayahnya mengeluarkan golok, R langsung berteriak meminta tolong kepada tetangganya.
Namun tak ada satupun tetangganya yang membantunya. Setelah melakukan aksi keji kepada istrinya, Fauzi keluar terburu-buru untuk melarikan diri dengan motornya.
R mengatakan, kakak dan adiknya sempat melempar helm dan batu kepada ayahnya. Namun Fauzi berhasil kabur dengan motornya.
"Terus ayah keluar rumah dia kan buru-buru langsung ke motor. Pas keluar, ayah saya masih pegang golok dan buru-buru keluar naik motor. Abang saya nimpuk pakai helm dan adik saya yang ketiga nimpuk pakai batu," tutur R.
R menuturkan salah seorang warga juga sempat mengejar Fauzi, namun tidak terkejar.
"Terus ada orang lewat mau ngejar tapi hp-nya orang yang ngejar jatuh jadi nggak terkejar ayah kan pakai motor langsung kabur," kata R.
Saat memasuki rumah, R menangis melihat ibunya yang dibacok dengan pergelangan tangan yang putus dan kaki yang terkena bacok. Bahkan kata dia kejadiannya begitu cepat.
Baca Juga: Suami Bacok Istri sampai Tangan Putus, Disaksikan dan Direkam Ketiga Anak
"Waktu masuk ke rumah, lihat Ibu tangannya buntung, kakinya tinggal setengah lagi (hampir terputus) ini kebacok semua tangannya. Kejadiannya cepat banget kejadiannya cepet banget enggak sampai 5 menit," ucap R.
Melihat ibunya yang pergelangan tangannya putus dan luka-luka karena terkena bacok, kakak dan temannya langsung membawa ibunya ke rumah sakit dengan motor temannya.
Ia mengaku sedih, tak ada satupun tetangga yang menolong ibunya.
Sementara dirinya langsung melaporkan kejadian peristiwa pembacokan yang dilakukan ayahnya ke Polsek Tambun.
"Warga cuma lihat doang. Jadi abang aku sama teman aku bertiga sama mama aku yang ke rumah sakit pakai motor teman aku ke Kartika Husada dan RSU Cibitung, karena di Kartika nggak ada alatnya. Terus aku langsung lapor polisi," katanya.
Sebelumnya diberitakan, seorang suami membacok istrinya RLS hingga pergelangan tangan RLS terputus.
Peristiwa terjadi pada Kamis (2/7/2020) dini hari sekitar pukul 01.00.
Seusai membacok istri, suami langsung melarikan diri dan masih dalam pengejaran polisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara soal Video Calon Pegawai Jalan di Atas Bara Api
-
Dokter yang Tangani Sutrimo Bakal Diperiksa! Polisi Dalami Dugaan Tewas Mulut Berbusa
-
Presiden Korsel Minta Prabowo ke Korut untuk Buka Dialog
-
Komplotan Curanmor di Jakarta Pakai Modus Polisi Gadungan untuk Intimidasi Korban
-
Legenda AC Milan Franco Baresi Meninggal Dunia, Pernah Terkesan dengan Suporter Indonesia
-
Segera Pensiun, Komjen Karyoto dan Fadil Imran Tak Dapat Perpanjangan Masa Dinas?
-
Polisi Bongkar 769 Kasus Curanmor, 11 Senjata Api hingga 119 Kunci T Disita
-
LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus
-
Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan