Suara.com - Tidur yang nyenyak menjadi impian semua orang. Namun, sebagian orang masih kesulitan tidur di malam hari. Jika sudah begini, aktivitas di pagi hari menjadi terganggu karena badan terasa tidak bugar.
Ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, yakni pola tidur yang berantakan, kebiasaan begadang, stress, atau pikiran yang mengganggu.
Tidur yang tidak maksimal dapat memicu timbulnya penyakit. Pada awalnya, susah tidur mungkin akan mengganggu kebugaran tubuh saja. Namun, efek lanjutan dari hal ini akan berdampak pada obesitas atau kelebihan berat badan, kekebalan tubuh yang menurun, terganggunya sistem metabolisme, dan risiko terkena penyakit berbahaya lainnya.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga kualitas tidur agar tubuh tetap sehat dan bugar. Berikut Suara.com hadirkan cara tidur cepat di malam hari :
1. Atur jam tidur
Cobalah untuk mengatur jam tidur terlebih dahulu. Jika jam tidur orang dewasa adalah tujuh sehingga delapan jam per hari. Maka, tentukan jam tidur dan jam bangun tidur yang ideal menurut anda. Patuhi jam tidur ideal anda secara konsisten dan kontinyu.
2. Rileks
Sebelum berbaring, biarkanlah kaki, lengan, dan bahu rileks. Setelah itu, lemaskan semua bagian tubuh dan jernihkan pikiran. Coba untuk menghirup nafas dalam-dalam, kemudian keluarkan. Lakukan berulang-ulang hingga menemukan titik rileks-nya.
3. Konsumsi makanan sehat
Baca Juga: 5 Cara Jual Rumah Agar Cepat Laku, Main Cerdas Jadi Kuncinya!
Mengonsumsi makanan yang sehat dapat membantu melancarkan metabolisme tubuh dan menurunkan risiko insomnia. Mulailah untuk mengonsumi sayur-sayuran, buah-buahan, biji - bijian dan makanan bergizi seimbang lainnya.
4. Olahraga yang teratur
Jika sudah menerapkan pola tidur yang ideal, aktivitas fisik juga bisa mendukung meningkatkan kualitas tidur. Dengan berolahraga, tubuh menjadi lebih bugar dan peredaran darah menjadi lancar. Selain itu, olahraga juga dapat mengurangi stress dan depresi. Lakukan hal ini secara rutin untuk memperbaiki pola tidur yang lebih baik.
Begitulah cara mudah agar cepat tidur di malam hari. Mudah bukan? Selamat mencoba!
Kontributor : Ba'iq Oryza Grandis
Berita Terkait
-
Doa Bangun Tidur Arab, Latin, dan Artinya
-
Kenapa Kasur Hotel Selalu Nyaman? Ini Rahasia di Baliknya
-
5 Desain Rumah 6x9 dengan 3 Kamar Tidur, Cocok untuk Lahan Terbatas
-
3 Cara Aman Tidur di Mobil Saat Perjalanan Jauh: Solusi Tubuh Bugar Tanpa Masuk Angin
-
4 Makanan yang Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer
-
DPR Pastikan Kawal Kasus Bocah Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Desak Pelaku Dihukum Berat
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu
-
Ketua Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Kematian Anak 12 Tahun usai Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans
-
Teror Berantai Ketua BEM UGM 2026: Kritik Kebijakan, Fitnah AI, hingga Ancaman ke Keluarga