Suara.com - Kawanan simpanse dan gorila penghuni Hutan Ebo dikhawatirkan terancam punah setelah pemerintah Kamerun mengizinkan pembabatan pohon di kawasan tersebut.
Menyadur BNN Bloomberg, Selasa (28/7/2020), Kamerun mendeklarasikan hampir separuh Hutan Ebo akan menjadi kawasan Unit Manajemen Hutan lewat dekrti pada 14 Juli lalu.
Keputusan itu mendapat kecaman dari aktivis pecinta lingkungan, di mana Hutan Ebo sejatinya telah ditetapkan sebagai Taman Nasional yang diusulkan, kendati hingga kini tak ditandatangani pemerintah.
Menteri Kehutanan dan Margasatwa Kamerun, Jules Doret Ndongo mengatakan bahwa penduduk setempat telah menentang rencana pemerintah untuk membuka hutan.
Kendati demikian, pemerintah menegaskan untuk tidak lagi mengindahkan perselisihan yang telah terjadi secara berlarut-larut apakah Hutan Ebo harus dilindungi atau tidak.
Ndongo beralasan bahwa Kamerun telah melindungi kawasan hutan dalam proporsi yang cukup, sebagaimana merujuk tuntutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Perserikatan Bangsa-Bangsa mewajibkan negara untuk menjaga setidaknya 12% dari wilayah nasional mereka sebagai kawasan lindung; Kamerun sudah mencapai 30%,” katanya.
Hutan Ebo seluas 141.706 hektar kaya akan keanekaragaman hayati, dengan gajah, burung beo abu-abu dan populasi unik diantara faunanya yakni simpanse yang dapat menggunakan berbagai alat.
World Wildlife Foundation (WWF) dan Wildlife Conservation Society telah memanfaatkan hutan itu untuk penelitian, dan populasi gorila-nya hanya ditemukan pada tahun 2002.
Baca Juga: Harapan, Vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford Memasuki Uji Klinis Akhir!
Spesies simpanse Nigeria-Kamerun diprediksi paling terancam punah dengan keputusan penebangan Hutan Ebo.
Kini hanya ada sekitar 3.500 hingga 8.000 simpanse yang tersisa di hutan Nigeria-Kamerun, di mana 700 ekor tinggal di Hutan Ebo.
Greenpeace mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dekrit itu telah mencederai dan mengabaikan pendapat komunitas lokal dan internasional.
"Secara terang-terangan mengabaikan permintaan komunitas lokal dan organisasi internasional untuk menghormati keputusan 2006 tersebut," kata juru kampanye Greenpeace, Sylvie Djacbou.
“Pemerintah Kamerun kembali memilih keuntungan finansial jangka pendek untuk elit terpilih atas kepentingan jangka panjang komunitas lokal dan perlindungan lingkungan."
Tag
Berita Terkait
-
Demam, Gorila di Miami Amerika Serikat Jalani Tes Covid-19
-
Tak Sengaja, Gorila Terlangka di Dunia Terekam Kamera
-
Wabah Kolera Tewaskan Belasan Orang di Kamerun
-
6 Bulan Beroperasi, Sindikat Pengedar Tembakau Gorila Raup Miliaran Rupiah
-
Dijual Online, Napi di Bali Punya Bisnis Tembakau Gorila Home Industri
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya