Suara.com - Seorang warga Arkansas, Amerika Serikat yang menerima salah satu paket benih misterius dari China mencoba untuk menanamnya dan hasilnya seperti ini.
"Kami ... menanam benih hanya untuk melihat apa yang akan terjadi," kata Doyle Crenshawn kepada afiliasi lokal CBS-TV KSFM disadur dari New York Times, Rabu (4/8/2020).
Paket misterius yang berisi sejumlah benih tersebut 'menyerbu' warga Amerika Serikat akhir bulan Juli lalu. Di dalam paket tersebut terdapat sejumlah biji yang tidak diketahui dari tanaman apa.
Segenggam benih disimpan di kantong plastik bening tertutup rapat dan diselipkan dalam amplop abu-abu muda atau krem ukuran standar
Setelah Crenshwn menanam benih misterius tersebut, kemudna ini menghasilkan tanaman yang memiliki buah putih besar dari bunga yang menyerupai buah jeruk.
"Setiap dua minggu saya datang dan meletakkan Miracle-Gro di atasnya, dan mereka mulai tumbuh seperti orang gila," kata Crenshwn.
Warga Arkansas tersebut menanam benih sebelum pejabat pertanian AS mengeluarkan peringatan kepada penerima agar tidak menanamnya.
"Kekhawatiran kami adalah dari aspek hama invasif: Benih ini dapat memperkenalkan gulma invasif atau serangga hama invasif atau penyakit tanaman," kata Scott Bray dari Departemen Pertanian Arkansas.
Bukan hanya warga Amerika Serikat, penduduk di Jepang juga mendapat paket yang dilaporkan sama dengan benih yang ada di AS.
Baca Juga: Italia Gelar F1 GP Tiga Kali, Samakan Rekor dengan Amerika Serikat
Dikutip dari Japan Times, pihak berwenang Jepang juga memperingatkan adanya potensi penipuan dan mendesak masyarakat untuk tidak menanam benih yang belum diketahui jenisnya itu.
Pemerintah Jepang khawatir benih itu bisa berisi virus, bakteri, atau tanaman invasif.
"Paket-paket itu mungkin penipuan untuk mengelabui penerima agar membayar produk tersebut," kata seorang pejabat Pusat Urusan Konsumen Nasional.
"Atau ini merupakan 'penipuan menyikat' di mana penjual berperan sebagai penerima dan memposting ulasan pelanggan palsu secara online untuk meningkatkan peringkat produk."
Seorang pejabat dari Stasiun Perlindungan Tanaman di Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengatakan penerima tidak boleh menanam benih karena mereka mungkin memiliki virus, kuman atau hama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Sinyal Hijau Membawa Petaka? Menelusuri Penyebab Tabrakan Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur
-
Mangkir Dua Kali, Polisi Bakal Jemput Paksa Terduga Pelaku Pemerkosa Siswi SLB Kalideres
-
'Kami Diperlakukan Seperti Hewan!' Kesaksian Relawan Indonesia yang Ditawan Militer Israel
-
Duduk Perkara Kakek Mujiran Dipenjara Gegara Laporan PTPN I, BP BUMN Bereaksi
-
Soroti Rentetan Kasus Kekerasan, Lukman Hakim Saifuddin: Kondisi Saat Ini Sangat Mencemaskan
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia