Suara.com - Sebanyak 300.000 penduduk Lebanon menolak untuk meninggalkan rumah mereka yang hancur akibat ledakan dahsyat yang meluluhlantakkan Ibukota Beirut pada Selasa (4/8/2020).
Menyadur Anadolu Agency, Sabtu (8/8/2020), Gubernur Marwan Abboud mengatakan bahwa 300.000 penduduk yang terdampak akibat ledakan menolak untuk meninggalkan rumah mereka yang hancur.
"Sebagian besar orang tidak ingin meninggalkan rumah mereka ... itulah mengapa kami hanya menyediakan akomodasi untuk 10 keluarga di luar ibu kota." jelas Walikota Jamal Itani.
Dia mengatakan pemerintah kota mengirim tim bantuan kepada keluarga dan untuk membantu membersihkan puing-puing dari rumah dan membantu memperbaiki jendela yang pecah.
"Apa yang diberikan tidak mencukupi dan kami mengandalkan bantuan dari negara lain sebagai solusi," ujar Jamal Itani.
Badan amal dan sukarelawan Lebanon bergegas untuk memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampak dari ledakan yang disinyalir berasal dari tumpukan 2.750 ton bahan kimia tersebut.
"Kami datang ke sini sambil membawa pesan kemanusiaan, dan untuk mengatakan bahwa Beirut tidak mati ... kami mencari kerja sama untuk mengembalikan Beirut dan kami akan memenuhi pesan para martir." kata Rania Kanan dari kelompok masyarakat sipil bernama Green Orient.
Pemerintah mengumumkan pembentukan komite investigasi untuk menyelidiki ledakan mematikan itu dalam jangka waktu lima hari, sementara yang lain menuntutnya melakukan penyelidikan internasional.
Ledakan itu mengguncang Lebanon saat negara itu mengalami krisis ekonomi terparah, termasuk penurunan drastis nilai tukar pound Lebanon terhadap dolar.
Baca Juga: 160 WNI Dapat Bantuan Logistik Pasca Ledakan Beirut
Seperti Gempa Bumi
Fadia Naser, salah satu korban mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pada saat ledakan terjadi dia memeluk putranya dan menutup mata.
"Kami mengira itu adalah baku tembak pada awalnya, saya pergi untuk memeriksa apa yang terjadi ketika saya merasakan sesuatu seperti gempa bumi." jelas Fadia.
"Saat kami membuka mata, kami tidak melihat satu sama lain karena debu. Dalam sekejap semuanya rusak." sambungnya.
"Saya mendengar suara pesawat yang diikuti oleh ledakan. Dalam waktu kurang dari satu detik, kami terluka tapi selamat." ujar Karmen Alam, salah satu korban lainnya.
"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi lebih dari apa yang terjadi. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya pada para syuhada," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733