Suara.com - YouTuber Edo Putra asal Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan meminta penangguhan penahanan kepada pihak polisi. Penangguhan tersebut disampaikan oleh pihak keluarga.
Keluarga menyampaikan soal penangguhan itu melalui paman tersangka Edo Putra bernama Makmum (38). Pihaknya telah mengajukan penangguhan untuk para tersangka, termasuk temannya Diky Firdaus (20) dan Hadi Jaya Karim (18).
Ia mengangap apa yang dilakukan mereka hanyalah sebuah kenakalan remaja. Terlebih, konten YouTube yang ditayangkan itu tidak benar-benar terjadi, hanya melibatkan keluarga saja.
“Memang dari keluarga sudah ada komunikasi untuk minta ditangguhkan. Cuma kan untuk itu (penangguhan penahanan) ada SOP (Standar Operasional Prosedur) dan gak bisa secara lisan,” ujar Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Polrestabes Palembang Iptu Hary Dinar saat dihubungi, pada Selasa (11/8/2020).
Selain itu, ia menyebut, dalam proses penangguhan semua tergantung perintah pimpinan. Artinya, jika izin diberi maka ketiganya dapat dibebaskan.
“Kalau ingin penangguhan kita tidak melarang, tapi kita ada proses SOP yang jelas, ada saran yuridis dan kalau pimpinan mengizinkan kita tidak melarang kalau mau dilepaskan,” kata dia.
Karena itu, ketiga tersangka tersebut hingga kini masih menjadi tahanan di Mapolrestabes Palembang. Mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya usai membuat resah masyarakat dengan konten video yang viral itu.
“Masih kita tahan di ruang tahanan Polrestabes Palembang. Proses hukum ketiganya masih berjalan juga,” ucap dia.
Pihak penyidik pun kini masih terus melakukan pengumpulan bukti-bukti dan berkas perkara ketiga tersangka.
Baca Juga: Kasih Daging Kurban Isi Sampah, Ternyata Edo Ngeprank Ibunya Sendiri
Setelah berkas-berkas lengkap, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Palembang guna proses hukum lanjutan.
“Kalau berkasnya sudah lengkap, tentu akan diteruskan,” singkat dia.
Kini juga pihaknya tengah memburu satu buronan lagi inisal RS yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Buronan itu terlibat dalam pembuatan video kurban sampah yang meresahkan masyarakat tersebut.
Kontributor : Rio Adi Pratama
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo
-
3 Two Way Cake untuk Kulit Berjerawat: Ringan Tanpa Menyumbat Pori-Pori!
-
Review Film 'Sajen Satu Suro': Bukan Sekadar Horor Mistis, Ini Sisi Gelap Dosa Manusia!
-
Tolak Daftar Grammy 2027, Bos Recording Academy Respons Keputusan BTS
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza