Suara.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan Gedung Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan yang terbakar pada Sabtu (22/8/2020) kemarin bukan bangunan cagar budaya.
Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Ditjen Kebudayaan Fitra Ardatak menjelaskan bangunan gedung Kejagung RI yang terbakar tidak ada di dalam sistem registrasi nasional cagar budaya.
"Di sistem registrasi kami (Gedung Kejagung) belum terdaftar dan belum ditetapkan juga sebagai cagar budaya ini, belum, kejagung belum termasuk di dalam sistem registrasi kita," kata Fitra saat dihubungi Suara.com, Senin (24/8/2020).
Dia mengatakan pada tahun ini sudah ada 2.401 bangunan yang didaftarkan dalam sistem registrasi nasional cagar budaya. Namun tidak ada nama Gedung Kejagung RI dalam rekap pendaftaran maupun rekap penetapan.
Alur penetapan objek bangunan sebagai cagar budaya harus terlebih dahulu didaftarkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
"Harus didaftarkan dulu, nanti dinilai oleh Tim Ahli Cagar Budaya, nilai-nilai pentingnya, nilai bangunannya, baru nanti kalau dia punya nilai penting nanti baru ditetapkan sebagai cagar budaya daerah provinsi atau nasional," jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Perlindungan Budaya Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Norviadi Setio Husodo menambahkan bangunan Kejagung RI memang bukan Cagar Budaya namun berdiri di atas kawasan cagar budaya atau Kawasan Pemugaran Kebayoran Baru.
"Kalau saya cek di dokumen di SK 475 tahun 1993 tentang penetapan bangunan cagar budaya memang gedung itu belum terdaftar di SK tersebut gitu ya, tapi karena berada di kawasan cagar budaya kawasan pemugaran Kebayoran baru gedung itu diperlakukan sama bangunan tua atau heritage lah jadi betul juga kalau pak Jaksa Agung menyatakan bahwa itu bangunan tua," ucap Norviadi.
Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010, Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.
Baca Juga: Gedung Utama Kejagung Termasuk Heritage, Pengamat: Kekuatannya Pasti Beda
Sementara Bangunan Cagar Budaya merupakan susunan binaan yang terbuat dari benda alam atau benda buatan manusia untuk memenuhi kebutuhan ruang berdinding dan/atau tidak berdinding, dan beratap.
Sebelumnya Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin mengatakan gedung yang terbakar adalah ruang kerjanya, ruang Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, hingga Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
"Iya. Terbakar," kata Burhanudin saat dikonfirmasi apakah ruang kerjanya ikut terbakar.
Penyebab kebakaran masih belum diketahui, sebanyak 65 unit Damkar dan lebih dari 230 personel Pemadam Kebakaran Pemprov DKI Jakarta sudah berhasil menaklukkan si jago merah selama 11 jam.
Gedung ini merupakan heritage yang telah berdiri selama 52 tahun, peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Jaksa Agung R Goenawan, 10 November 1961 dan diresmikan oleh Jaksa Agung Mayjen Soegih Arto pada 22 Juli 1968.
Sebagai penghormatan, patung Bapak Kejaksaan Republik Indonesia R Soeprapto diletakkan di depan halaman gedung utama Kejaksaan Agung.
Berita Terkait
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda
-
Taklimat Presiden Prabowo: Eks BUMN Siap-Siap Dipanggil Kejaksaan Agung
-
Kejagung Bakal Pelajari Laporan Terkait Genosida Israel Terhadap Warga Palestina
-
Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!