Suara.com - Jumlah pasien baru terkonfirmasi positif covid-19 bertambah 3.003 orang pada Jumat (28/8/2020) per pukul 12.00 WIB. Ini merupakan rekor tertinggi penambahan kasus harian di Indonesia.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan ribuan orang yang terinfeksi Virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 ini menambah kasus positif secara akumulatif sejak kasus pertama menjadi total 165.887 orang.
Angka ini menggugurkan rekor penambahan kasus positif harian tertinggi sebelumnya yang terjadi pada Kamis (27/8/2020) kemarin dengan penambahan 2.719 orang, sebelumnya pada 9 Juli 2020 juga tertinggi dengan 2.657 orang positif covid-19.
Daerah yang menyumbang angka positif terbanyak pada rekor baru hari ini antara lain; DKI Jakarta dengan 869 positif, disusul Jawa Barat 526 positif, Jawa Timur 417 positif, Jawa Tengah 242 positif, dan Kalimantan Timur 97 positif.
Angka penambahan hari ini didapatkan dari hasil pemeriksaan 29.663 spesimen hari ini, sehingga total spesimen yang sudah diperiksa sejak kasus pertama covid-19 hingga hari ini adalah 1.233.486 spesimen.
Spesimen ini diperiksa dengan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 158 lab, Tes Cepat Molekuler (TCM) di 138 lab dan laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 24 lab.
Dari jumlah itu, ada tambahan 120 orang meninggal sehingga total menjadi 7.064 jiwa meninggal dunia.
Kemudian, ada tambahan 3.166 orang yang sembuh sehingga total menjadi 118.575 orang lainnya dinyatakan sembuh. Sementara kasus suspek hingga saat ini mencapai 76.201 orang.
Semua kasus ini tersebar merata di 34 provinsi dan 485 kabupaten/kota, tidak ada penambahan kabupaten/kota yang terinfeksi hari ini.
Baca Juga: Sehari 3.003 Terpapar, Pasien Corona di Indonesia Kini Melesat 165.887
Berita Terkait
-
Girang Boleh Buka Lagi, Pengusaha Bioskop: Imun Meningkat, Warga Bahagia
-
Sehari 3.003 Terpapar, Pasien Corona di Indonesia Kini Melesat 165.887
-
Awas, Ada Kemungkinan Covid-19 Menular Lewat Air Limbah
-
Peneliti Ungkap Tipe Virus Corona di Indonesia Bukan yang Paling Agresif
-
Suzuki Bekasi Sudah Kurangi Produksi 50 Persen, Karyawan Tetap Kena Corona
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar