Suara.com - Tersangka kasus narkoba Edi Santoso yang mendekam di rumah tahana Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung dinyatakan meninggal, Minggu (30/8/2020) kemarin.
Direktur Ditresnarkoba Polda Lampung Kombes Adhi Purboyo membenarkan kabar tersebut, bahwa Edi Santoso meninggal karena sakit.
“Iya benar ada tahanan yang meninggal, namanya Edi Santoso,” katanya seperti dikutip Suara.com dari Sinarlampung.co, Senin (31/8/2020).
Menurut Adhy, sebelum meninggal, Edi sempat dilarikan ke RS A. Dadi Tjokordipo Bandar Lampung, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, untuk mendapatkan perawatan karena badannya tiba-tiba panas.
“Dia dibawa petugas piket jaga ke RS untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, sekitar pukul 03.00 WIB, rumah sakit menyatakan Edi Santoso meninggal dunia,” kata Dirnarkoba.
Keterangan rumah sakit, kata Adhi, tersangka Edi didiagnosis mengalami heat stroke.
“Dilakukan juga rapid test Covid-19 dan hasilnya nonreaktif. Jenazah korban sudah diambil keluarganya untuk dikebumikan, tersangka warga Bandar Lampung,” katanya.
Kasus tahanan meninggal di penjara bukan hanya terjadi sekali saja.
Sebelumnya sekitar dua pekan lalu, satu tahanan Polresta Bandar Lampung didapati meninggal dunia juga karena sakit pada Sabtu (15/8/2020) dini hari.
Baca Juga: Saudara Edo Kondologit Tewas Dianiaya, Polisi yang Terlibat Bakal Ditindak
Petugas mendapati laporan ada satu tahanan mengeluh sakit. Yang kemudian dibawa petugas untuk mendapat penanganan dokter.
Tahanan itu diketahui bernama Dafrijal (56). Warga Perumahan Bukit Kencana, Sukabumi, Bandar Lampung ini meninggal meski sempat mendapat perawatan medis. Dafrijal didapati menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Lampung.
“Iya benar, yang bersangkutan menderita sakit diabetes sudah lama. Ditambah lagi umur yang sudah lumayan tua, jadi meninggal dunia setelah dirawat,” kata Kasatres Narkoba Polresta Bandar Lampung AKP Zainul Fachry, kepada wartawan Minggu (16/8/2020).
Menurutnya, dari keterangan pihak rumah sakit, terhadap tahanan yang ditangkap pada 14 Juli lalu itu telah dilakukan uji Covid-19. Hasilnya, tahanan yang tersangkut kasus kepemilikan narkoba jenis sabu itu negatif.
“Di-rapid test juga, tapi hasilnya nonreaktif. Jadi murni sakit bawaan sebelum tertangkap,” katanya.
Berita Terkait
-
Tahanan Tewas Dianiaya Polisi, Komnas HAM Desak Kapolresta Palu Dijerat Sanksi, Ini Alasannya!
-
Tragedi di Balik Jeruji Besi: Tahanan Ini Tewas Diduga Dianiaya di Polres Polewali Mandar
-
Tahanan Lapas Cipinang Jaktim Tewas usai Minta Dibelikan Makanan, Begini Kata Polisi
-
Siksa Tahanan hingga Tewas, Anggota Polda Metro Jaya Akhirnya Tertangkap usai Lama Buron di Bandung
-
5 Fakta Tahanan Tewas di Banyumas: 11 Polisi Terlibat, 4 Oknum Jadi Tersangka
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah