Sementara, untuk dua korban tembak lainnya, yakni Iqbal dan Amar yang juga mendapat luka tembakan pada bagian kakinya saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.
"Sementara masih sehat di rumah sakit (yang dua)," jelas Kadarislam.
Kadarislam mengemukakan peristiwa penembakan itu berawal saat polisi melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan yang terjadi di daerah itu beberapa waktu lalu.
Hanya saja, polisi yang mendatangi tempat kejadian tersebut mengalami perlakuan yang tidak mengenakkan. Polisi yang menyelidiki kasus mendapat tindakan pemukulan oleh kelompok pemuda yang kala itu tengah asik berpesta minuman keras.
"Ada pengeroyokan dari laporan di Polsek pada Rabu (26/8/2020) kemarin. Jadi anggota ini bersama anggota salah satu keluarga korban datang ke TKP," kata dia.
"Begitu sampai di sana, kan kelompok pemuda itu lagi ada pesta miras di situ. Kebetulan (polisi) tanya, tahu nggak salah satu yang dicurigai pelaku pengeroyokan, begitu ditanya pemuda itu minta KTA kepada anggota, begitu diberikan KTAnya ada yang pukul anggota," Kadarislam menambahkan.
Setelah terjadi pemukulan, lanjut Kadarislam, rupanya polisi yang ada di lokasi kemudian diteriaki maling oleh kelompok pemuda yang memukul.
"Pas dipukul ada yang teriak pencuri. Akhirnya anggota lari kan, kalau diteriaki pencuri kan seluruh masyarakat turun semua ke situ. Makanya, dikejarlah ini anggota. Iya, polisi yang diteriaki pencuri karena kan pakaian preman," jelas Kadarislam.
Anggota tim Sabhara Polres Pelabuhan Makassar yang melihat kejadian datang menolong. Mereka memukul mundur massa warga yang mengejar dengan tembakan gas air mata.
Baca Juga: Pemuda di Makassar Tewas Diduga Salah Tembak Polisi, DPRD: Harus Diungkap!
"Karena terdesak tidak bisa keluar, makanya kebetulan ada anggota yang lagi patroli di situ selamatkan anggota itu. Jadi untuk memukul anggota masyarakat, ditembakkan lah gas air mata," terangnya.
"Untuk anggota yang di sandra ada lukanya. Karena pas dikeroyok, tapi lukanya alhamdulillah tidak mengakibatkan luka yang fatal," sambung Kadarislam.
Namun, masalah kemudian bertambah rumit. Sebab, belakangan diketahui ternyata ada tiga pemuda yang mengalami luka tembakan peluru.
"Setelah kejadian itu rupanya ada masyarakat yang tertembak tiga orang. Di situlah, dicari lagi di dalami siapa yang punya peluru itu. Siapa yang menembakkan, ini yang sementara di dalami di Polda Sulsel," katanya.
Dengan kejadian itu, sejumlah anggota polisi dari Polsek Ujung Tanah dan tim Sabhara Polres Pelabuhan Makassar pun diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sulsel.
"Sementara ini lagi didalami peran dari anggota yang melakukan penembakan ketika menyelamatkan salah satu anggota yang terkurung ketika melakukan penyelidikan masalah pengeroyokan. Sementara masih diperiksa di Polda Sulsel. Seluruh anggota yang hadir pada saat kegiatan penyelamatan anggota yang di sandra pada saat itu diminta keterangannya semua oleh Polda," jelasnya.
Kadarislam menegaskan dalam penyelidikan kasus dugaan penembakan tersebut, Polda Sulsel akan benar-benar menindak anggota polisi apabila terbukti melakukan kelalaian.
"Kita sudah digaransi tadi oleh bapak Wakapolda langsung, bahwa kasus ini penyelidikan transfaran dan akan betul-betul ditindak kalau memang ada anggota yang melakukan kelalaian atau kesegajaan dalam melakukan kegiatan kepolisian," tegas Kadarislam.
Sementara itu sebanyak sebelas orang anggota polisi diperiksa Bidang Propam Polda Sulsel terkait kasus penembakan terhadap tiga orang pemuda tersebut.
Dingga kini sudah ada sebelas orang anggota polisi yang diperiksa Propam Polda Sulsel. Sebelas orang polisi tersebut bertugas di Polsek Ujung Tanah dan Tim Sabhara Polres Pelabuhan Makassar.
"Sebelas, ada sebelas yang diperiksa. Belum ada hasil, dari sana dikasih kabar dari Polda Sulsel," kata Kadarislam.
Kadarislam menjelaskan saat diperiksa senjata dari anggota polisi-polisi tersebut juga disita.
Tujuannya, untuk memastika siapa pemilik peluru yang bersarang di kepala korban bernama Anjas (23).
"Itu kan hasil autopsinya Anjas lagi dilihat karena ada bekas pelurunya. Itulah pelurunya mau ditahu, peluru siapa. Kan semua senjata kan disita, nanti bisa ketahuan hasil peluru yang ditempatnya Anjas itu nanti dites balistik dengan pistolnya siapa yang punya," jelas Kadarislam.
Kadarislam mengemukakan Anjas tertembak saat berada di dekat sisi polisi Binmas yang berusaha menahan massa yang mengejar polisi.
"Anjas ikut bersama masyarakat di situ. Kan waktu orang ini ngejar polisi, lempar, Binmasnya di situ juga menahan masyarakat jangan 'udah stop' begitu. Menghalau massa. Di situlah letaknya Anjas bersama Binmas," jelas Kadarislam.
Meski begitu, Kadarislam menyebut bahwa Anjas yang tertembak tersebut bukan berasal dari senjata laras panjang milik Bripka UM.
"Iya. Kena di kepala. Bukan dari senjata laras panjang, karena senjata laras panjang bukan di situ TKPnya, di depan dia. Kan ada dua lorong di situ. Ada yang di sebelah, ada yang sebelahnya juga," katanya.
Di sisi lain, ayah Anjas, Jawad (52) menjelaskan saat kejadian, Anjas sedang berdiri bersama polisi Binmas yang berjaga. Akan tetapi, tiba-tiba Anjas jatuh terkapar setelah kepalanya kena tembakan.
"Anakku (Anjas) terkapar, padahal anakku berdiri sama Binmas itu begitu jatuh anakku kena kepalanya, polisi ini Binmas mundur berteriak 'jangan menembak. Berhenti menembak', itu bahasanya pak Binmas," terangnya.
Setelah Binmas berteriak, tembakan pun akhirnya dihentikan. Para warga yang geram melihat aksi brutal tersebut kemudian mengejar polisi yang menembak.
"Pas teriak Binmas jangan menembak baru berhenti menembak. Itu saja Binmas bergetar karena hampir juga dia kena tembak. Pas sudah berhenti baru dikejar sama warga," jelasnya.
Ketiga korban yang mengalami luka tembakan pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Anjas sendiri dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor.
"Bayangkan saja, anakku saya lihat tapi saya tidak tahu pas diseret naik di motor baru dibawa ke rumah sakit. Saya tidak tahu kalau itu anakku. Kalau saya tahu itu anakku, lain ceritanya. Biar bagaimana orang tua apa yang tidak sakit," katanya.
"Yang seret naik motor polisi. Sampai kakinya itu kasihan hilang kukunya," sambung Jawad.
Jawad tidak berani mengambil kesimpulan apakah ketiga korban tersebut adalah korban salah sasaran atau tidak.
"Kita tidak tahu apakah salah sasaran atau tidak. Atau bagaimana?. Kalau polisi kan menembak biasanya kan mengarah ke atas dulu. Ini langsung mengarah ke depan. Bahkan Binmas sendiri berteriak," katanya.
Kontributor : Muhammad Aidil
Berita Terkait
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Resmi Gabung PSM Makassar, Sergio Aguero Bakal Ramaikan Super League 2026/2027
-
Ulasan Film Tarung Sarung: Legenda Pertarungan Pusaka Para Ksatria Makassar
-
Gubernur Sulsel Minta Tambah Sekolah Rakyat di Makassar, Siapkan Lahan 20 Hektare
-
Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang, Polisi Sebut Kedua Pihak Sepakat Mediasi
-
BNI wondrX Gratis, Hadirkan Kesempatan Ikut Lelang Rejeki wondr Setiap Hari
-
Sengketa Lahan SDI Pembangunan Pamulang: Sempat Ricuh, Kini Situasi Kembali Kondusif
-
Ulasan Drama Genius Girlfriend: Kisah Pendewasaan dan Persahabatan yang Tulus
-
Ahli Waris Tagih Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang, Pemprov Sulsel : Sudah Bersertifikat dan Clear
-
5 Cara Membaca Jam Analog dengan Mudah, Kenali Ketiga Fungsi Jarum
-
Bye Bekas Jerawat! 4 Night Cream Arbutin Wajah Auto Glowing di Pagi Hari
-
Pakai Beskap Biru Dongker, Prabowo Jadi Saksi Akad Nikah Sespri Rizky Irmansyah di JCC Senayan
-
Api di Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Kemenhut Pastikan Kondisi Gajah Sumatra Aman
-
Review BukuMelihat Diri Sendiri: Belajar Bercermin Sebelum Sibuk Menilai Orang Lain