Suara.com - Polisi mengungkap kasus pencurian modul base transceiver station atau BTS untuk Tower penguat sinyal milik Indosat dan XL. Terkait kasus ini polisi menangkap tujuh orang tersangka di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Tujuh tersangka yang ditangkap diantaranya TS (47) sebagai penadah; KP (39) berperan sebagai pengepul; JS (44) berperan pengepul; BS dan W perannya sebagai pencari modul BTS; dan AS (47) berperan sebagai yang mengecek modul BTS.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, awalnya tersangka TS memesan kepada JS untuk dicarikan modul tower BTS dengan syarat barang dalam kondisi masih bisa dipakai dan bagus.
JS bersama KP menyanggupi permintaan TS dan mendapatkan sejumlah barang itu dengan harga Rp25 ribu sampai Rp35 Ribu per kilogram. Kemudian KP kembali mencari barang itu melalui BS dan W dengan harga Rp800 ribu sampai Rp1 juta.
Selanjutnya, barang itu dikumpulkan JS dan KP untuk diserahkan kepada TS. Barang itu dikirim ke gudang milik TS di kawasan Cilincing Jakarta Utara.
TS ternyata menjual modul BTS itu dengan harga Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta per unit. TS mengetahui bahwa penguat sinyal itu bernilai cukup mahal kalau dijual.
"TS ini mantan pegawai PT. Telkom yang bekerja selama 16 tahun. Jadi dia tahu seluk beluk barang ini, harganya cukup tinggi. Dia menjual kemana-mana, bahkan juga dijual sampai ke luar negeri untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (31/8/2020).
Para tersangka mencuri modul BTS itu di berbagai daerah wilayah Jabodetabek hingga Serang, Banten. Barang-barang itu bahkan mereka jual ke sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, China, Malaysia, Afrika dan India.
"Barang bukti ditemukan di gudang milik TS di kawasan Cilincing Jakarta Utara. Ditemukan modul BTS milik Indosat sebanyak 16 unit," ujarnya.
Baca Juga: Sempat Menolak, Jaksa Pinangki Bakal Diperiksa Lagi Bareskrim Lusa
Untuk satu unit harganya mencapai Rp40 juta, dari 16 unit yang disita jadi barang bukti senilai Rp640 juta. Sedangkan untuk modul BTS milik XL ada enam unit. Modul BTS XL satu unit seharga Rp45 juta, enam unit total kerugian mencapai Rp270 juta.
Kepolisian melakukan penindakan atas kasus tersebut setelah mendapat laporan pada Juni hingga Juli 2020.
Atas tindakannya, ketujuh tersangka dijerat dengan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 Jo Pasal 2 ayat (1) huruf z, Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Mereka terancaman hukuman pidana 4 tahun penjara dan paling lama 15 tahun.
Berita Terkait
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Demo di Mabes Polri! Polisi Minta Mahasiswa Waspada Penunggang Gelap dan Tak Mudah Terprovokasi
-
Sopir Calya Ugal-ugalan Disebut Bersih Zat Adiktif, Polisi Temukan Senpi Mainan, Golok, hingga Badik
-
Ngeri! Sopir Calya Ugal-Ugalan di Gunung Sahari Ternyata Bawa 4 Pelat Palsu, Sajam, dan Senpi Mainan
-
Polisi Hentikan Laporan Yoni Dores, Lesti Kejora Tak Terbukti Langgar Hak Cipta
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran