Suara.com - Saran Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan supaya pelaku UMKM juga mesti bertransformasi ke sektor teknologi, tidak hanya terpaku pada sektor makanan dan juga fesyen, memang menarik.
Sebab, kalau UMKM tidak bertransformasi, bisa tertinggal dengan negara lain yang sudah mulai masuk ke industri high technology.
Tetapi menurut anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon ada banyak kendala yang dihadapi UMKM sehingga mereka tidak bisa begitu saja bertransformasi ke sektor-sektor lain.
Fadli Zon mengusulkan agar Luhut turun tangan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM supaya bisa masuk ke sektor energi atau properti.
"Saya kira dengan keterbatasan modal dan situasi banyak UMKM berusaha di bidang kebutuhan dasar yaitu makanan dan pakaian. Harusnya Pak Luhut bisa mengajari UMKM untuk bisa bisnis di bidang energi seperti pertambangan dan kelistrikan atau properti dan industri," kata Fadli Zon melalui akun Twitter yang dikutip Suara.com.
Saran Luhut tersebut disampaikan ketika dia menjadi pembicara kunci dalam High Impact Seminar dan Kick Off Program BI dalam GerNas Bangga Buatan Indonesia dengan tema "Mewujudkan UMKM sebagai Kekuatan Baru Perekonomian Nasional: Sinergi Program Transformasi UMKM Memasuki Ekosistem Digital" di Jakarta, hari Minggu lalu.
"Apabila kita tidak bertransformasi, Indonesia akan tertinggal. Di Taiwan, Jerman, dan Korea Selatan, di mana UMKM-nya sudah mulai suplai untuk industri high technology. Jadi UMKM sekarang jangan kita berpikir untuk makanan dan untuk fesyen itu saja, tapi sudah mulai kita lakukan untuk bertransoformasi kepada high technology," ujar Luhut dalam laporan Antara.
Luhut meyakini pelaku UMKM di Indonesia mampu bertransformasi dan masuk ke sektor teknologi dan pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan membantu terwujudnya hal tersebut melalui kebijakan-kebijakan yang akomodatif.
"UMKM adalah salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, dan itu bisa kita lakukan, sehingga kredit-kredit UMKM Rp10 miliar perlu kita lihat untuk mungkin pada sampai sasaran lebih besar agar UMKM yang masuk dalam bidang high technology itu juga akan mendapatkan peluangnya," kata Luhut.
Baca Juga: Bangkitkan UMKM, BRI Gelar Pelatihan Virtual Ketahanan Pangan Keluarga
Pandemi Covid-19, lanjut Luhut, telah menghantam semua sektor ekonomi, tak terkecuali UMKM. Pelaku UMKM pun dituntut untuk beradaptasi, salah satunya dengan masuk ke ekosistem digital untuk memasarkan produk-produknya di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Melalui kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah pun telah membantu memfasilitasi hal tersebut.
"Kita sudah mulai buktikan kita mampu mendorong lebih dari 1,6 jut unit UMKM untuk masuk ke ekosistem digital sejak 14 Mei lalu. Angka ini sudah mencapai 83-85 persen dari target 2 juta UKM sebagaimana arahan Bapak Presiden," ujar Luhut.
Luhut menambahkan untuk mendukung UMKM, masyarakat juga harus menunjukkan keberpihakan untuk membeli produk-produk yang memiliki tingkat komponen dalam negeri yang tinggi.
"Presiden juga tegas menyatakan agar semua K/L dan BUMN membeli produk-produk Indonesia sehingga betul-betul kita dorong UMKM kita," katanya.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan kreativitas, digitalisasi, dan sinergi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital.
"Pertama, kreativitas dengan meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Kedua, digitalisasi melalui inisiasi UMKM Go Digital dan integrasi ekonomi keuangan digital melalui infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal. Ketiga, sinergi kebijakan nasional pusat dan daerah dengan memprioritaskan sektor-sektor, memperkuat model bisnis yang terintegrasi, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM. Bank Indonesia senantiasa mendukung Pemerintah menjadikan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional," ujar Perry.
Berita Terkait
-
Ratusan Mitra Toko Bangunan Dibekali Pemahaman Coretax Lewat Bintang Rucika 2026
-
Temui MSCI 2 Jam, Luhut Paparkan Strategi Benahi Pasar Saham dan Sistem AI BEI
-
Luhut Ikut Buka Suara soal Tambang Emas Martabe: Tak Ada Tekanan dari Luar!
-
Soal Pejabat Baru BEI-OJK, Luhut Ikut Cawe-cawe ke Prabowo: Nanti Sore Saya Sampaikan ke Presiden
-
Luhut: Ekonomi Tumbuh 5% Bukan Prestasi, Target 8% Harga Mati!
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Bahlil Mantap Nyaleg 2029: Wartawan Jangan Tanya Lagi, Saya Caleg!
-
Kemensos Gandeng YLKI Tindaklanjuti Aduan BPJS PBI Nonaktif, Puluhan Laporan Masuk
-
Gus Ipul Minta Wali Kota Denpasar Cabut Pernyataan soal BPJS PBI
-
Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Jasa Raharja Siapkan Kuota 23.500 Pemudik
-
Gempa Beruntun M 5,5 Guncang Karatung dan Melonguane Sulawesi Utara
-
Gunung Semeru Lima Kali Erupsi Hari Ini, PVMBG Ungkap Lima Titik Waspada
-
Gus Ipul Ajak ASN Kemensos Turun Ground Check DTSEN
-
Kisah Dokter Diaspora Terobos Sekat Birokrasi demi Misi Kemanusiaan di Sumatra
-
Sarmuji Luruskan Fatsun Politik Fraksi Golkar: Bukan Larang Kritik Prabowo-Gibran, Tapi Ada Etikanya
-
Respons Keluhan Warga, Kemensos Libatkan YLKI Awasi Penonaktifan BPJS PBI