- Bupati Aceh Tamiang memaparkan dampak masif banjir bandang pada rapat Satgas DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025).
- Total 4.839 rumah dilaporkan hilang akibat banjir, dengan kebutuhan hunian tetap mencapai sekitar 15.000 unit.
- Pemkab Aceh Tamiang telah menyiapkan lahan relokasi dan menyurati 14 perusahaan HGU untuk pembangunan Huntara/Huntap.
Suara.com - Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, memaparkan data kerusakan rumah yang sangat masif akibat banjir bandang dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025).
Ia menekankan bahwa pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) menjadi kebutuhan mendesak bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan data yang terus diperbarui, ribuan rumah warga dilaporkan hilang, terutama pemukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai.
"Rumah yang hilang di Aceh Tamiang, hitungan kami masih dinamis, sebanyak 4.839 rumah. Yang hilang. Jadi ini ada di beberapa kampung atau berbagai desa memang betul hilang, terutama yang di pinggir sungai," kata Bupati Aceh Tamiang di hadapan Pimpinan DPR RI dan jajaran kementerian dalam rapat.
Selain rumah yang hilang, Armia merinci kerusakan lainnya: 8.509 rumah rusak berat, 9.366 rusak sedang, dan 15.174 rusak ringan.
Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah bergerak cepat menyiapkan lahan untuk relokasi dan pembangunan hunian bagi para korban.
"Kami sudah menyiapkan untuk pembangunan huntara dan huntap. Baik itu tanah yang merupakan aset pemerintah daerah. Kami juga sudah menyurati beberapa perusahaan HGU. Ada 14 perusahaan HGU yang kami mintakan untuk bisa dilepaskan sebagai tempat nantinya akan dibangunkan huntara atau huntat," jelasnya.
Langkah menyurati 14 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) tersebut dilakukan guna memastikan ketersediaan lahan yang cukup untuk menampung warga terdampak.
Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, total kebutuhan hunian baru mencapai angka yang cukup besar.
Baca Juga: Rekaman Tengah Malam Viral, Bongkar Aktivitas Truk Kayu di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh
"Karena hasil perhitungan kami lebih kurang itu 15.000 huntat yang kami butuhkan di Aceh Tamiang," tegasnya.
Armia berharap usulan penyediaan lahan dari area HGU dan rencana pembangunan Huntara/Huntap ini mendapat dukungan penuh dari Satgas DPR RI serta kementerian terkait, mengingat ribuan warga saat ini sangat bergantung pada kecepatan pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang layak pascabencana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi
-
Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!
-
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris
-
Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari
-
Indonesia Protes Keras Gugurnya Pasukan UNIFIL, Tuntut Investigasi Menyeluruh Atas Serangan Israel
-
Fakta Baru Kasus Andrie Yunus Terungkap di DPR, Berkas Sudah Dilimpahkan ke Puspom TNI
-
Istri Eks Komut Indofarma Mengadu ke DPR, Sebut Vonis 13 Tahun Penjara Tanpa Bukti Aliran Dana
-
MenpanRB: Isu Utama WFH ASN Adalah Digitalisasi, Bukan Sekadar Efisiensi
-
Detik-detik Gugurnya Praka Farizal di Lebanon, Terkena Serangan Mortir saat Salat Isya
-
Prabowo Berduka Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon