Suara.com - Ketua DPR AS Nancy Pelosi menolak untuk meminta maaf setelah sebuah video menunjukkan dia tidak mengenakan masker di sebuah salon, menyebut ia adalah korban settingan.
Menyadur New York Post, Kamis (3/9/2020), politisi Partai Demokrat California tersebut tertangkap kamera pada hari Senin berjalan berkeliling tanpa mengenakan masker di dalam eSalon
Pelosi mengklaim bahwa dia adalah korban 'settingan' oleh pihak salon, pemilik yang marah itu memberi tahu media tentang kunjungannya.
"Saya bertanggung jawab untuk mempercayai kata-kata dari salon yang pernah saya kunjungi… berkali-kali," katanya kepada wartawan pada konferensi pers yang tidak terkait di San Francisco pada Rabu (2/9/2020).
"Itu adalah settingan. Saya prihatin karena menjadi korban settingan." sambungnya.
Lebih lanjut Pelosi mengatakan bahwa pihak salon harus mengeluarkan mea culpa (permintaan maaf). "Saya pikir salon ini berutang maaf kepada saya," katanya.
Seorang juru bicara bersikeras bahwa Pelosi mengikuti aturan yang ditetapkan oleh stylistnya, yang mengatakan kepadanya bahwa salon sekarang dapat dikunjungi oleh satu pelanggan.
"Ia selalu memakai masker dan mematuhi peraturan Covid-19 setempat. Bisnis ini menawarkan untuk datang pada hari Senin dan mengatakan kepadanya bahwa mereka diizinkan oleh kota untuk mendatangkan satu pelanggan pada satu waktu dalam bisnis tersebut."
"Ia mematuhi persyaratan tersebut, aturan seperti yang disajikan kepadanya oleh pemilik salon ini," kata juru bicara Drew Hammill dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Mata-mata CIA Bunuh Diri di Depan Istrinya, Isi Gudang Mengejutkan
Faktanya, tetap melanggar peraturan San Francisco untuk salon rambut yang mengizinkan pelanggan di dalam ruangan, meskipun mereka bebas melakukan bisnis di luar.
Sebelumnya Pelosi dengan lantang menyatakan bahwa baik di luar ruangan atau di dalam ruangan, klien dan pekerja harus mengenakan masker setiap saat.
"Saya tidak memakai masker saat sedang mencuci rambut," katanya.
"Apakah Anda memakai masker saat sedang mencuci rambut?" ujarnya kepada seorang wartawan dengan nada menantang.
"Saya selalu pakai masker. Gambar itu adalah ketika saya baru saja selesai mencuci." ungkapnya.
Erica Kious sang pemilik eSalon, tidak segera menanggapi mengenai pernyataan dari ketua DPR Amerika Serikat tersebut.
Partai Republik dengan cepat menanggapi aksi Pelosi yang datang ke salon dengan tidak mengenakan masker, mereka menyebutnya sebagai sosok yang munafik.
Sebelumnya, Nancy Pelosi berulang kali menegur rekan-rekan Partai Republik dan Presiden AS, Donald Trump karena gagal mengikuti protokol keamanan virus corona.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer