Suara.com - Publik digemparkan dengan munculnya wacana Pertamina akan menghapus bahan bakar minyak (BBM) premium dan pertalite.
Akun Facebook News Bandar Tangerang membagikan sebuah artikel yang memuat wacana tersebut.
Judul artikelnya adalah 'Siap-siap Tambah Blangsak! Pertamina Akan Hapus Premium dan Pertalite'.
Beredarnya narasi tersebut membuat publik resah. Lantas, benarkah narasi tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Kamis (3/9/2020), klaim yang menyebut Pertamina akan menghapus premium dan pertalite adalah klaim yang salah.
Faktanya, Pertamina akan tetap menyalurkan kedua jenis BBM tersebut kepada masyarakat.
Wacana penghapusan BBM premium dan pertalite muncul setelah Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan akan meninjau kembali penggunaan BBM dengan oktan dibawah 91, yakni premium (88) dan pertalite (90).
Hal tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 yang menyebutkan BBM yang dijual minimum RON 91.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Pertamina Rugi 11 T karena HTI?
Terlebih, hanya ada 6 negara di dunia, Indonesia salah satunya, yang masih menggunakan BBM dengan RON dibawah 91.
Meski demikian, Pertamina menegaskan akan berkomitmen penuh melaksanakan penugasan sebaik-baiknya dengan menyalurkan premium dan pertalite ke penjuru negeri.
Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, penyaluran BBM premium dan pertalite merupakan penugasan dari pemerintah. Sepanjang peraturan berlaku, Pertamina akan menjalankan penugasan tersebut.
Namun, dalam rangka mendukung agenda global mengurangi kadar emisi gas buang kendaraan bermotor, Pertamina akan tetap konsisten mengedukasi publik dan mendorong penggunaan BBM dengan kualitas lebih baik dan ramah lingkungan.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut Pertamina akan menghapus premium dan pertalite adalah klaim yang salah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam