Suara.com - Pesinetron Aldi Taher gagal maju ke pemilihan gubernur Sulawesi Tengah. Laju bekas suami Dewi Perssik ini terhenti karena tak mendapat kendaraan partai.
Kendati demikian, tak menghentikan Aldi -- yang dulu juga pernah gagal maju ke pilkada Sumatera Barat -- untuk melakukan hal nyeleneh di media sosial. Dia kini mendeklarasikan diri menjadi presiden cinta dan sedang mencari wakil presiden cinta.
Melalui Instagram story, Aldi Taher menyampaikan keinginannya. Syarat menjadi wakil presiden cinta yang ditentukan Aldi Taher, antara lain memiliki jumlah followers Instagram dan subscribers Youtube banyak. Selain itu, harus pantai membaca Alquran.
“Saya presiden cinta, bismillah saya mencari wakil presiden cinta, syaratnya followers Instagram atau followers youtube subscribe-nya paling tinggi di dunia atau di Indonesia, boleh juga. Silakan yang mau menjadi wakil presiden cinta saya, silakan. jangan lupa belajar Alquran yang lancar,” ujarnya.
Aldi mengajak followers-nya untuk beramai-ramai membaca Alquran sambil merekam dan mengunggahnya ke media sosial. Hal ini dilakukannya sebagai bagian dari gerakan #BISMILLAH_yuks_BELAJAR_MEMPERLANCAR_BACA_ALQURAN_REKAM_POSTING.
Aldi Taher memang kerap memperlihatkan aksinya saat membaca Alquran di berbagai tempat yang tak wajar, mulai dari toko perlengkapan musik, lapangan bola, hingga di pesawat, demikian laporan Hops, media jaringan Suara.com.
Selain itu, Aldi Taher juga berencana untuk menjual kaos bertuliskan “Baca Alquran Rekam Posting” dengan harga Rp100 ribu. Ia mengakui bahwa sebagian hasil penjualan kaos akan didonasikan untuk “menebar cinta.” Masih belum diketahui secara pasti bagaimana teknis penyaluran donasi nantinya.
Bukan cuma wakil presiden cinta, Aldi Taher juga menjuluki si pendesain kaos dengan sebutan “menteri urusan fashion cinta.”
Meski banyak menuai pro-kontra, aksi nyeleneh Aldi Taher juga banyak menghibur warganet. Pasalnya, banyak meme dan lelucon mengenai sosoknya.
Baca Juga: Menantu Jokowi Jalani Tes Psikologi Pilkada Medan, Ini Hasilnya..
Berita Terkait
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
CEO Semen Padang FC Minta Maaf, Siapkan Rencana Bangkit Pasca Degradasi ke Liga 2
-
Usai Dihantam Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Padang Mulai Dipulihkan
-
Ternyata Bukan Hanya Soal Biaya Politik, KPK Bongkar Alasan di Balik OTT 11 Kepala Daerah
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah