Suara.com - Otoritas berwenang di Sudan tengah berupaya melindungi situs piramida kuno dari luapan sungai Nil yang belakangan debit airnya memecahkan rekor.
Menyadur BBC, Selasa (8/9/2020), piramida ini bagian dari situs Warisan Dunia PBB, al-Bajrawiya yang merupakan jantung Kerajaan kuno Kush, terancam oleh banjir akibat hujan lebat.
Arkeolog Sudan, Marc Maillot mengatakan pihak berwenang telah membangun dinding karung pasir dan memompa air keluar dari kawasan piramida.
Sungai Nil, yang terletak sekitar 500 meter dari situs, disebutkan secara teratur meluap, di mana airnya dimanfaatkan petani untuk menciptakan lahan subur. Namun, debit air tahun ini sangat berbeda.
"Banjir tidak pernah mempengaruhi situs itu sebelumnya," kata Maillot.
Situasi saat ini terkendali, imbuhnya, tetapi jika permukaan air sungai Nil terus meningkat, tindakan yang diambil disebutkan mungkin tak lagi mampu melindungi situs.
Situs yang berada sekitar 200 km dari timur laut ibu kota, Khartoum, ini merupakan rumah bagi ratusan peninggalan arkeologi.
Terdiri dari piramida, kuil, istana, kubuan, dan tempat-tempat menarik, situs ini menjadi kekayaan dan kekuasaan Negara Kushite, yang memimpin wilayah itu selama lebih dari 100o tahun, sejak abad kedelapan sebelum masehi.
Banjir kali ini telah menewaskan setidaknya 99 orang dan membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.
Baca Juga: Medan Terendam Banjir Usai Diguyur Hujan Deras
Sementara lebih dari 500.000 orang telah terkena dampak banjir di 17 dari 18 negara bagian.
Berkaca pada kerusakan yang ditimbulkan banjir tahun ini, pemerintah mengumumkan keadaan darurat selama tiga bulan pada Jumat (4/9).
Kementerian Air Sudan mengatakan ketinggian air di Blue Nile, anak sungai utama Nil, telah naik hingga 17,57 meter.
Angka itu adalah level tertinggi yang pernah dicatat Sudan sejak lebih dari seabad lalu.
Di negara bagian Khartoum saja, lebih dari 100.000 orang membutuhkan tempat tinggal, setelah kehilangan rumah mereka.
Organisasi kemanuasiaan PBB, OCHA, memperingatkan bahwa situasi dapat memburuk dalam beberapa hari mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu