News / Nasional
Rabu, 09 September 2020 | 06:43 WIB
Ilustrasi. (Foto: via Batamnews.co.id)

Suara.com - Kisah pilu dialami seorang gadis belia bernama Yanti Zega (13), ia ditemukan tergeletak di pinggir Jalan Mangaan 2 Medan, Sumatera Utara dengan tubuh penuh luka.

Yanti terkapar kesakitan setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh keluarga angkatnya yang mengadopsinya dari Kabupaten Nias.

Dalam kondisi kritis, gadis malang itu itu dilarikan polisi ke rumah sakit pada Selasa (8/09/2020).

Dilansir Suaraindonesia.co.id (jejaring media Suara.com), kasus penganiayaan itu kini telah ditangani Polsek Medan Labuhan sesuai dengan laporan polisi No. LP/670/IX/SU/2020.

Cerita bermula saat Yanti Zega yang masih kecil dijemput oleh YZ (53) dari Kabupaten Nias. YZ yang masih memiliki hubungan keluarga membawa Yanti ke rumahnya di Jalan Mangaan 2 Mabar, Lorong Purnawirawan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, hingga kemudian dijadikan anak angkat.

Yanti Zega bahkan disekolahkan hingga bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Medan. Awalnya terlihat berjalan seperti apa adanya.

Hingga pada Kamis malam (3/9/2020), Yanti Zega ditemukan tergeletak di teras depan rumah warga bernama Gatot di Lorong Purnawirawan Gang Pribadi, tidak jauh dari kediaman YZ.

Warga sekitar mendekati dan melihat ada luka yang diduga akibat penganiayaan di sekujur tubuh Yanti Zega. Sontak warga heboh lalu melapor kepada kepala lingkungan dan meneruskan ke Bhabinkamtibmas setempat.

Anggota Bhabinkambitbmas bersama warga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit (RS) Mitra Medika, Jalan Yos Sudarso, Medan. Sementara warga lainnya melaporkan peristiwa ini ke Polsek Medan Labuhan.

Baca Juga: Sarpan Korban Aniaya Polisi Cabut Laporan, Ini Kata Komisi III DPR

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Edy Safari, SH membenarkan adanya laporan korban penganiayaan yang dilakukan keluarga angkatnya ini.

“Sudah membuat laporan (LP) dan segera diproses. Saat ini masih minta keterangan saksi, dan korban masih dirawat di rumah sakit," ujar Edy Safari.

Load More