News / Internasional
Rabu, 09 September 2020 | 13:34 WIB
ilustrasi sashimi [shutterstock]

Suara.com - Sebuah tim peneliti China telah menemukan fakta bahwa virus corona dapat bertahan selama lebih dari seminggu di permukaan salmon segar yang didinginkan.

Menyadur Asia One, Rabu (9/9/2020), hasil penelitian itu menyebut distribusi salmon bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya penularan infeksi virus Corona secara internasional.

Penelitian itu menemukan bahwa virus bernama ilmiah Sars-CoV-2 itu tetap memiliki kemampuan menginfeksi selama delapan hari kendati berada di permukaan daging yang tersimpan pada suhu 4 derajat celcius.

Eksperimen itu juga menemukan bahwa virus penyebab Covid-19 ini tetap menular pada salmon selama dua hari pada suhu 25 derajat, yang oleh para peneliti disebut sebagai "suhu ruangan biasa".

Salmon biasanya disimpan pada suhu 4 derajat di pasar, restoran, dan selama pengangkutan, memperpanjang umur virus hingga enam hari.

Fakta tersebut semakin mengkhawatirkan lantaran distribusi salmon berkualitas tinggi dapat berlangsung dan menjangkau banyak negara hanya dalam hitungan hari.

Otoritas penangkapan ikan Chili sempat mengatakan tahun lalu bahwa salmon dapat mencapai Shanghai dalam dua setengah hari.

“Dalam kondisi seperti itu, ikan yang terkontaminasi (virus korona) dari satu negara dapat dengan mudah diangkut ke negara lain dalam waktu satu minggu, sehingga menjadi salah satu sumber penularan internasional,” kata ilmuwan China yang dipimpin oleh Dr Dai Manman.

“Ini menyerukan pemeriksaan atau deteksi ketat (virus corona) sebagai protokol baru yang penting dalam impor dan ekspor ikan sebelum mengizinkan penjualan," lanjut pemimpin dari penelitian yang telah diterbitkan di Biorxiv.org pada Senin (7/9/2020).

Baca Juga: Tambah 1.015 Pasien Hari Ini, Total Positif Corona di DKI Jadi 48.811 Orang

Dua dari wabah virus korona China--wabah awal di Wuhan dan kemudian menyebar di Beijing pada bulan Juni--keduanya dikaitkan dengan pasar basah yang menjual makanan laut.

Strain pertama SARS-CoV-2 terdeteksi di Pasar Makanan Laut Huanan di Wuhan pada akhir tahun lalu. Sejumlah penelitian internasional menunjukkan virus itu muncul di tempat lain, kemungkinan besar di luar Wuhan.

China untuk sementara menghentikan impor salmon pada pertengahan Juni setelah virus itu dilaporkan ditemukan di talenan salmon di pasar Xinfadi, pusat wabah di Beijing.

"Kasus-kasus di Wuhan dan Beijing menciptakan "kekhawatiran bahwa SARS-CoV-2 yang menempel pada ikan atau daging dapat menjadi sumber potensial penularan Covid-19," tulis Dai, profesor di Universitas Pertanian China Selatan di Guangzhou.

Selain itu, para ilmuwan mengutip negara lain yang menemukan SARS-CoV-2 pada daging atau pada karyawan pengepakan daging sebagai alasan untuk menyelidiki waktu kelangsungan hidup virus pada salmon.

Load More