News / Nasional
Rabu, 09 September 2020 | 14:17 WIB
Jakob Oetama (Arsip Kompas Gramedia)

Kompas kekinian mulai merambah bisnis lain di luar media, mulai dari toko buku, percetakan, radio, hotel, lembaga pendidikan, event organizer, hingga universitas.

Jakob Oetama (Arsip Kompas Gramedia)

Tidak hanya Kompas, Jakob Oetama bersama PK Ojong juga menjadi pemimpin terbitan mingguan Star Weekly. Ia juga membangun The Jakarta Post dengan kolaborasi bersama Jusuf Wanandi, Muhammad Chudori, Eric Samola, Fikri Jufri, Goenawan Mohamad, H. G. Rorimpandey dan Harmoko.

Selain sukses mendirikan perusahaan media, Jakob Oetama juga rajin dalan berbagai organisasi. Berikut ini riwayat organisasi Jakob Oetama:

  • Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
  • Anggota DPR Utusan Golongan Pers
  • Pendiri dan Anggota Dewan Kantor Berita Nasional Indonesia
  • Anggota Dewan Penasihat PWI
  • Anggota Dewan Federation Internationale Des Editeurs De Journaux (FIEJ)
  • Anggota Asosiasi International Alumni Pusat Timur Barat Honolulu, Hawai, Amerika Serikat
  • Ketua Bidang Organisasi dan Manajemen Serikat Penerbit Surat Kabar.

Penghargaan Jakob Oetama

Jakob Oetama mendapat gelar Doktor Honoris Causa di bidang komunikasi dari Universitas Gajah Mada. Ia juga adalah penerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari pemerintah Indonesia pada tahun 1973

Selain itu, Jakob juga merupakan Pembina Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia dan Penasihat Konfederasi Wartawan ASEAN. Ia juga menulis beberapa buku, diantaranya:

  • Reformasi (2000)
  • Pers Indonesia: Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus (2001)
  • Dunia Usaha dan Etika Bisnis (Penerbit Buku Kompas, 2001)
  • Suara nurani: tajuk rencana pilihan, 1991-2001 (2001)
  • Berpikir Ulang tentang Keindonesiaan (Penerbit Buku Kompas, 2002).
  • Rethinking on Being Indonesian (2005)
  • Bersyukur dan Menggugat Diri (2009)

Itulah profil Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia yang telah meninggal dunia.

Load More