Suara.com - Dalam Islam tidak ada dosa turunan, kita tidak ikut menanggung dosa Adam dan Hawa, kata mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ketika mengawali uraian refleksi pemikirannya atas dinamika politik yang berkembang belakangan ini.
Fahri bercerita waktu zaman Orde Baru, anak keturunan Bung Karno menjadi masalah. Lalu musim berganti. Anak keturunan Bung Karno berkuasa. Giliran anak keturunan Soeharto dalam masalah.
"Bikin partai pun dirampas orang. Kedewasaan kita anak cucu Adam diuji dalam setiap perjalanan," kata pendiri Partai Gelora.
Kemudian Fahri menyebut kesalahan kabinet Joko Widodo sejak awal. Menurut Fahri karena terseret pada dendam yang tidak jelas.
Menurut dia selama periode pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono tidak pernah terdengar situasi semacam itu.
"Pak SBY tentara, menantu Jenderal Sarwo yang terkenal memimpin penumpasan PKI. Tapi, tidak kita dengar beliau terusik atau terganggu lalu memakai negara untuk mencipta dikotomi di akar rumput masa. 10 tahun kita menikmati ketenangan dan pertumbuhan," kata Fahri.
Menurut Fahri semuanya kembali kepada pemimpin, bisakah pemimpin menciptakan perdamaian dan persahabatan. Atau sebaliknya, apakah pemimpin justru akan menciptakan musim perang.
"Kalau perang dengan negara lain mendingan. Ini perang dengan saudara sendiri. Dalam krisis pula. Mau dapat apa kita?" kata Fahri.
Kemudian Fahri menyinggung pernyataan Menteri Agama Fachrul Razi yang soal anak good loking untuk menggambarkan strategi untuk menyusupkan ajaran radikalisme ke masjid-masjid, juga soal rencana program penceramah bersertifikat.
Baca Juga: Kakek Arteria Dahlan Dituding Pendiri PKI di Sumbar, Sejarawan Bilang Ini
"Kemarin, saya mencari tahu mengapa saya kecewa sekali dengan komentar menteri agama tentang good looking dan rencana kementrian meneruskan kebijakan sertifikasi muballigh seperti yang dulu dilakukan rezim Orde Baru. Saya masih cari tau," kata Fahri.
Setelah mencari-cari tahu, Fahri mengatakan menemukan alasan yang kata Fahri agak rumit.
"Ternyata karena saya sangat berharap bahwa kementrian agama adalah salah satu juru bicara penting dalam krisis pandemi global ini. Sebagian orang percaya betul bahwa virus ini kiriman Tuhan maka agama adalah medium komunikasinya," kata dia.
"Jadi kadang juga, saya terus memeriksa kembali mengapa kita harus berhadapan dengan pemerintah yang keadaan krisis ini seharusnya menjadi tempat bagi suara damai dan tenang agar kita melalui krisis ini bersama-sama."
Menurut Fahri sekarang ini waktunya bagi semua pihak untuk saling membesarkan hati dan saling menguatkan. Sebab tidak pernah seluruh umat manusia, bahkan menghadapi ancaman krisis yang sama. Pandemi global, menurut dia, dalam waktu panjang akan mengoyak pondasi dasar kehidupan manusia dan menyikapinya perlu kebersamaan.
Fahri mempertanyakan apakah semua pihak bisa menggunakan momen ini untuk saling mendekati dan tidak saling menjauh.
Tag
Berita Terkait
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Kisah Kelam Tragedi 1965 di Mata Seorang Mantan Kader PKI: Review Novel 'Kubah' Ahmad Tohari
-
Analis Bongkar Misi Reshuffle Prabowo Hapus Bayang-bayang Jokowi dan Jadikan Dudung 'The New Luhut'
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!