Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berniat memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pasalnya, angka penularan virus corona belakangan ini semakin parah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengakui angka pertambahan kasus corona harian belakangan ini cukup tinggi. Bahkan pihaknya sendiri sudah melaporkan ada 800-1200 orang yang terjangkit virus ini setiap harinya di ibu kota.
Menyiasati situasi ini, Widyastuti menyebut pihaknya sudah melakukan berbagai upaya. Mulai dari peningkatan kapasitas Rumah Sakit, penyediaan tempat isolasi di fasilitas pemerintah, hingga penambahan tenaga kesehatan.
Kendati demikian, ia menganggap upaya ini belum cukup. Sebab, diperlukan intervensi dari pemerintah untuk segera membatasi pergerakan orang dengan membuat kebijakan pengetatan PSBB yang lebih masif.
"Ternyata memang benar kalau tanpa intervensi apa-apa gak cukup. Artinya perlu suatu intervensi yang lebih masif sehingga mempunyai kekuatan untuk membatasi pergerakan orang," ujar Widyastuti dalam webinar, Rabu (9/9/2020).
Namun, menurutnya pengetatan pergerakan masyarakat ini tidak bisa hanya dilakukan di Jakarta saja. Sebab, penularan Corona juga terjadi di daerah lain khususnya wilayah penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Jauh melihat di Indonesia. Karena mungkin harus ada suatu analisa yang lebih menyeluruh lebih komprehensif, bagaimana provinsi lain punya potensi saling menularkan dengan Provinsi lainnya," jelasnya.
Bahkan, Widyastuti juga menyebut dengan kondisi saat ini, perlu diambil kebijakan rem darurat. Artinya segala pelonggaran aktivitas yang dilakukan selama masa PSBB transisi harus kembali diperketat.
"Sehingga memang betul perlu diambil rem darurat yang mendesak dan itu harus menjadi kebijakan bukan semata-mata DKI, tapi juga lihat Provinsi lain juga," pungkasnya.
Baca Juga: Biar Kapok! Puluhan Warga Tak Bermasker Dihukum Gali Kuburan Jenazah Corona
Berita Terkait
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
BTN, Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian UMKM Perkuat Strategi Beyond Mortgage
-
Opini WTP Perkuat Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
-
Jelang Idul Adha, Pemprov DKI Pastikan Stok dan Harga Hewan Kurban Aman
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penyekapan Tiga Karyawan Percetakan di Senen
-
Iphone XS Rp 34 Juta Tak Dibayar Pemenang Lelang KPK
-
Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut
-
Roy Suryo: Penangkapan Saya Seperti Film G30S/PKI, Polisi Masuk Kamar dan Larang Mandi!
-
Sadis Kasus Mayat Dalam Koper di Thailand, Warga Australia Bunuh Perempuan 17 Tahun
-
DPR Minta Kasus Judi Online Rp13,9 Triliun Tak Berhenti di Operator, Bos Besar Harus Diungkap
-
Roy Suryo Telat Masuk Ruang Sidang: Tadi Saya Harus Wajib Lapor Dulu di Kejaksaan Jaksel
-
Gagal Sembunyi! Penyelundup 325 Kg Sabu Thailand Gunakan Chat Enkripsi Militer Ditangkap Bareskrim