Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus penularan Covid-19. Kali ini, PSBB yang akan diterapkan pada 14 September 2020 mendatang lebih ketat.
Selama PSBB total, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meminta masyarakat beribadah dari rumah.
Seorang warga bernama Sopian Idris (24) menyambut baik imbauan untuk beribadah di rumah masing-masing.
Menurut warga asal Lenteng Agung, Jakarta Selatan itu, demi kebaikan dan kesehatan bersama, sah-sah saja jika ibadah dilakukan di rumah.
"Demi kebaikan bersama, menurut saya tidak apa-apa. Simpelnya, beribadah itu kan hal-hal yang sifatnya pribadi. Jika itu untuk memutus virus Corona, sah-sah saja," ujar dia kepada Suara.com, Kamis (10/9/2020).
Hanya saja, Sopian mempertanyakan konteks ibadah dari rumah yang diminta oleh Anies. Jika konteksnya meniadakan hal-hal yang sifatnya wajib seperti salat Jumat, menurut dia perlu ada sosialisasi.
"Cuma yang masih tanda tanya, apakah ibadah di rumah artinya bakal meniadakan salat Jumat seperti sebelumnya? Kalau iya, harus ada sosialisasi," sambungnya.
Senada dengan Sopian, Petrus Permana juga memiki pandangan yang sama. Pengurus Komisi Pemuda di salah satu Gereja di bilangan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan ini juga menyoroti soal sosialisasi.
Bagi dia, sosialisasi kepada masyarakat terkait imbauan beribadah dari rumah sangat penting. Musababnya, sering terjadi pro dan kontra, meski kebijakan tersebut tujuannya untuk memutus mata rantai penyebaran virus.
Baca Juga: IHSG Ambles Imbas PSBB, Airlangga Singgung Rem Mendadak Anies
"Kalau menurut saya, terpenting itu sosialisasi. Pro dan kontra pasti ada. Masyarakat kita kan majemuk. Punya cara pandang masing-masing dalam urusan beribadah," papar dia.
Rem Darurat
Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat demi mencegah penularan corona kian meluas. Anies memutuskan untuk kembali menerapkan PSBB yang lebih ketat.
Dengan kebijakan ini, maka kegiatan yang sudah sempat diizinkan dengan pembatasan kapasitas kembali dilarang. Misalnya seperti bekerja di kantor, hingga beribadah.
"Kita semua dalam pertemuan tadi bersepakat untuk tarik rem darurat, yaitu bekerja di rumah, belajar dari rumah, dan usahakan beribadah juga dari rumah," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).
Anies mengatakan, jika kebijakan ini tidak diambil, maka situasi penyebaran corona akan semakin mengkhawatirkan. Pasalnya kapasitas Rumah Sakit (RS) ICU dan tempat isolasinya, serta angka kematian begitu tinggi.
Berita Terkait
-
Momen Halalbihalal di Cikeas, Kedekatan Anies dan AHY Jadi Sorotan
-
Cikeas, Anies, dan Seni Menyembunyikan Politik di Balik Kata 'Tidak Diundang'
-
Anggap Anies Murni Silaturahmi ke Cikeas Tanpa Niat Politik, Sahroni: Capres Masih Lama
-
Makna Kunjungan 'Tanpa Undangan' Anies ke Cikeas: Hanya Lebaran ke SBY atau Mau CLBK dengan AHY?
-
Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat
-
AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono