Suara.com - Kota London tidak akan mengadakan pertunjukkan kembang api pada Malam Tahun Baru karena masalah pandemi Covid-19.
"Saya dapat memberitahu Anda bahwa tidak akan ada kembang api Malam Tahun Baru tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Walikota London Sadiq Khan di Radio LBC, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (20/9/2020).
"Kami benar-benar tidak mampu meminta sejumlah orang berkumpul pada Malam Tahun Baru. Apa yang kami kerjakan adalah melakukan sesuatu yang dapat dinikmati orang dalam kenyamanan dan keamanan ruang keluarga mereka di TV," kata Khan.
Khan juga menjelaskan bahwa pihaknya akan segera menginformasikan kepada warga mengenai acara pengganti untuk kembang api tersebut.
"Kami tidak bisa kehilangan acara itu karena Malam Tahun Baru adalah kesempatan yang sangat besar bagi seluruh dunia untuk melihat betapa indahnya kota kami. Terutama selama resesi, kami perlu melanjutkan investasi di kota kami dan orang-orang yang datang ke London." jelas Khan.
Tahun lalu, lebih dari 100.000 tiket terjual untuk pertunjukkan kembang api yang sudah terkenal dengan keindahannya tersebut.
"Tidak akan ada yang terjadi di kota," kata Khan. "Jadi, kunci utama yang harus dihindari adalah alasan orang datang ke kota."
Gelombang kedua
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dalam kunjungannya ke Oxfordshire bahwa gelombang kedua akan datang.
Baca Juga: Demo Perubahan Iklim, Polisi Tangkap Aktivis Extinction Rebellion di London
"Kami sekarang melihat gelombang kedua datang. Kami telah melihatnya di Prancis, di Spanyol, di seluruh Eropa. Saya khawatir, itu benar-benar tak terhindarkan, kami akan melihatnya di negara ini," kata Boris.
"Kami ingin menjaga agar sekolah tetap buka - itu akan terjadi. Dan kami akan mencoba dan menjaga semua bagian ekonomi tetap terbuka, sejauh yang kami bisa. Saya tidak berpikir ada orang yang ingin mengunci pintu kedua," dia menambahkan.
Pemimpin Partai Buruh Oposisi Sir Keir Starmer berpendapat bahwa Perdana Menteri Inggirs harus mengambil tindakan cepat dan tegas di tingkat nasional untuk menangani pandemi Covid-19 ini.
"Jika perdana menteri akan mengambil tindakan, Partai Buruh akan mendukungnya dan melakukan apa yang kami bisa." jelas Keir Starmer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
Terkini
-
Bocoran Vivo S2 5G Ungkap Baterai Raksasa 7.050mAh dan Durabilitas Ekstrem IP69
-
Sampai Ulang Sapaan, Prabowo Minta Jaksa Agung dan Kapolri Selalu Berdekatan: Baru Panglima TNI
-
Era Baru Penanganan Kanker: AI dan Teknologi Presisi Tingkatkan Akurasi Diagnosis Pasien
-
Perambah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan Ditangkap, Terancam 10 Tahun Penjara
-
KAI Sanggupi Bangun Trans Sumatera Railway dari Bakauheni ke Banda Aceh, Setelah Itu Kalimantan?
-
Optimistis Program Prabowo Berlanjut, PIRA Bagikan Ribuan Paket Sembako ke Warga Cakung
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
HNW Sebut Pramono Punya 'Jalur Tol' Puan Maharani untuk Cairkan DBH Jakarta
-
Pernikahan Arwah: Setting Lokasi dan Tradisi Otentik dengan Nuansa Brutal
-
350 Ribu Guru TK Mengadu ke Dasco, Minta Diangkat Jadi PPPK