Suara.com - Beredar di media sosial, klaim yang menyebutkan bahwa ijazah Presiden Jokowi Palsu.
Klaim tersebut dibagikan oleh pemilik akun Faceboook Edward Junior dengan menyertakan foto dua ijazah yang berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Foto ijazah pertama adalah milik Bambang Nurcahyo Prastowo dari Faultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sementara satu lagi adalah milik Jokowi dari Fakultas Kehutanan.
Salah satu keterangan dalam foto tersebut bertuliskan "Ijazah boleh palsu, giliran Ulama harus disertifikasi."
Berikut narasi yang juga tertera dalam unggahan tersebut:
"GUA PENGUASA, NAPE LO...!!!
JANJI BOLEH PALSU
JATIDIRI BOLEH PALSU
IJAZAH BOLEH PALSU
IBU KANDUNG BOLEH PALSU
GILIRAN ULAMA HARUS DISERTIFIKASI"
Lantas benarkah klaim tersebut?
Baca Juga: Sesama Nyalon, Segini Harta Bobby Nasution dan Gibran, Siapa Lebih Tajir?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan suara.com, klaim yang mengatakan bahwa ijazah Presiden Jokowi tersebut salah.
Faktanya, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah menegaskan bahwa ijazah sarjana dari Presiden Jokowi asli.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat UGM, Wiwit Wijayanti mengatakan ijazah Jokowi dikeluarkan pada 5 November 1985. Ijazah tersebut ditandatangani oleh Dekan UGM, Prof. Dr Soenardi Prawirohatmodjo M.S, M.D dan Rektor UGM Prof DR T Jacob M.S, M.D.
"Ijazah dikeluarkan setelah beliau berhasil menempuh pendidikan sarjana selama lima tahun," ucap Wiwid.
Sebelum mendapatkan gelar, Jokowi terlebih dulu mengikuti ujian skripsi pada 23 Oktober 1985. Adapun judul skripsi tersebut adalah "Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapir Pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta".
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
Terkini
-
Ingatkan Pemerintah, JK Minta Indonesia Jangan Hanya Menjadi Pengikut Donald Trump
-
Kini Minta Maaf, Terungkap Pekerjaan Pengemudi Konvoi Zig-zag yang Viral di Tol Becakayu
-
Presiden Iran: Negara-negara Arab Tak Akan Lagi Diserang, Asal Tak jadi Alat Imperialis AS
-
Golkar 'Sentil' Bupati Fadia: Fokus Proses Hukum di KPK, Tak Perlu Alasan Tak Paham Birokrasi
-
Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat, Balasan Presiden Pezeshkian: Tak Akan Pernah
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora
-
Prabowo Dikritik Tak Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Pengamat: Blunder Besar Kebijakan Luar Negeri
-
Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Operasi Yustisi
-
Kecelakaan Tragis di Koja: Nenek Penumpang Ojek Tewas Terlindas Trailer Usai Pulang Berobat