Suara.com - Seorang ibu tega membunuh putra kandungnya dan membuang jasadnya ke dalam kantong plastik bersama dengan mainan kesayangan putranya tersebut.
Menyadur The Sun, Sabtu (3/10/2020) Caroline Carrilho Correia mengaku kepada petugas bahwa dia telah membunuh putranya yang berusia tiga tahun di Parana, Brasil, pada Selasa (29/9).
Caroline ditemukan dengan kondisi berdarah di tepi sungai terdekat setelah diduga mencoba untuk bunuh diri.
Tersangka kemudian mengaku bahwa dia telah membunuh putranya sendiri, Isaac Carrilho Barbosa dan meninggalkan jasadnya di hutan terdekat.
Jasad bocah berusia tiga tahun tersebut ditemukan di dalam tas berisi mainan tidak jauh dari lokasi Caroline ditemukan.
Tidak ada motif yang dijelaskan pada kasus pembunuhan tersebut, meskipun ada dugaan bahwa sang ibu merasa cemburu karena suaminya mencurahkan begitu banyak perhatian pada anak tersebut.
Wanita 29 tahun tersebut ditangkap dan didakwa dengan pasal pembunuhan setelah dilarikan ke rumah sakit - di mana dia menjalani operasi di kedua pergelangan tangannya.
Penyelidik sedang menyelidiki di mana dan kapan anak itu meninggal, tetapi saat ini diyakini bocah tersebut meninggal karena dicekik.
Pengacara Caroline, Igor Jose Ogar, mengatakan kepada Extra: "Dia dirawat di rumah sakit dan dibius. Para dokter mengatakan dia tidak dalam kondisi siap untuk berbicara kepada penyelidik atau bahkan saya sendiri.
Baca Juga: Volkswagen Setuju Bayar Kompensasi Pekerja Korban Diktator Militer Brasil
"Dia masih perlu menjalani evaluasi psikiatris, dan kami akan meminta pengadilan untuk itu." tambahnya.
Ayah anak itu, yang tinggal bersama mereka dan telah menikah dengan Correia selama delapan tahun, terlihat di rumah sakit untuk mengidentifikasi jasad putranya.
Dia kemudian pergi ke kantor polisi untuk berbicara dengan penyelidik tetapi terlalu emosional dan terguncang untuk memberikan keterangan kepada wartawan.
"(Ayahnya) ada di sini untuk mendapatkan panduan otopsi. Tadinya saya akan mengumpulkan kesaksiannya, tetapi ternyata dia begitu terguncang secara emosional dengan kesedihan di saat yang begitu menyedihkan." jelas Kepala polisi Nasser Salmen.
"Saya memintanya untuk datang ke sini dan memberikan kesaksiannya pada saat yang lebih tepat.
"Saya berpikir untuk merebut ponselnya, tetapi dia terus menatap perangkat itu dan menangis sepanjang waktu melihat foto anak itu."
Caroline keluar dari rumah sakit minggu ini dan diinterogasi oleh polisi, di mana dia kemudian mengaku membunuh anak itu. Dia tidak memberikan motif, menurut Bandab News.
Investigasi sedang berlangsung dan menunggu keputusan otopsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pemutihan dan Keringanan Pajak Jawa Timur Khusus Agustus 2026, Cek Syaratnya
-
John Herdman Bongkar Peran Vital Tom Haye Jelang Duel Panas Indonesia vs Vietnam
-
Rezeki Melimpah! Ini 5 Shio Paling Beruntung Sepanjang Agustus 2026
-
Review Drama Kingdom, Melawan Teror Zombi di Tengah Intrik Politik Joseon
-
Update Harga Emas Antam Hari Ini: Stabil di Level Rp2.603.000 per Gram
-
5 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 3 Agustus 2026: Peluang Dapat Sumber Uang Baru
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi
-
Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak