Suara.com - Sebuah pengalaman tidak mengenakkan dialami oleh sopir taksi online yang juga seorang YouTuber Reagie Alvondo.
Bagaimana tidak, saat mencari nafkah dengan mobilnya, Reagie mendapati penumpang sepasang kekasih berbuat mesum di taksinya.
Kejadian yang direkamnya itu, Reagie unggah di kanal YouTube pribadinya, Selasa (29/09/2020).
Semula, ia tidak menaruh curiga kalau sepasang kekasih itu bakal berbuat asusila di mobilnya karena keduanya masuk mobil seperti biasa.
"VIRAL! PENUMPANG TAXI ONLINE M3SUM UDAH KEBELET GA BISA NAHAN," demikian judul konten YouTube berdurasi 8 menit 43 detik tersebut.
Setelah sempat basa-basi dan menanyakan tujuan penumpang, Reagie mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan.
Namun setelah beberapa saat, penumpang yang juga terlihat dari spion tengah tersebut mulai melampiaskan nafsunya.
Penumpang yang disensor tersebut berbuat mesum di taksi online hingga mengacaukan konsentrasi pengemudi.
"Maaf nih, jangan mesra-mesraan di mobil saya ya," kata sopir taksi setelah sekian lama menahan amarahnya.
Baca Juga: Sempat Viral Gilang Bungkus Jarik, Kini Fetish Serbet Dapur Hebohkan Medsos
"Ini pacar saya loh, kan bebas kan ya," sahut penumpang laki-laki dengan nada marah.
"Tapi ini mobil saya buat usaha, cari uang. Kalau mas mau mesra-mesaraan di tujuan kan bisa, mesra-mesraan di tujuan aja."
"Kamu kaya gak pernah muda aja, kan saya bayar juga lho gak gratis. Asal gak ngotorin mobil ini salahnya apa? Mas ngatur saya? gini aja repot. Ini pacar saya, km cemburu?" cerca penumpang laki-laki itu semakin panas.
Meski sudah diingatkan oleh sopir taksi yang merasa keberatan, sepasang kekasih itu tetap bergeming dan enggan menyudahi kemesraannya.
Sampai pada akhirnya, Reagie muak dan tidak tahan untuk mendepak dua penumpangnya.
"Mas sory deh, saya gak bisa anter sampai tujuan. Kamu turun aja di depan, saya cancel aja sama operator. Bukan masalah gak sopan, saya dah ingetin lagi. Ini mobil saya, turun aja, saya berhak, saya mau nyari nafkah mbak," gertak sopir taksi setelah berhenti di tengah jalan.
Berita Terkait
-
Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi
-
Kebijakan Komisi 8 Persen Ojol Resmi Diterapkan
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!
-
Gara-gara Berkas Tak Lengkap! Kasus Heli Anggota DKPP Tio Aliansyah Resmi Dinyatakan Gugur
-
Penuhi Titah Prabowo, Pramono Siapkan Lahan 8 Hektare Bangun Sekolah Rakyat Permanen di Jakarta