“Ada beberapa pemeriksaan masih berlangsung yang tujuannya memastikan presiden tidak akan menularkan virus ke orang lain,” kata McEnany, seraya menambahkan Conley akan menyampaikan keterangan lebih rinci. “Ia (Trump, Red) tidak akan keluar jika ia masih berisiko menularkan virus,” kata dia.
McEnany merupakan salah satu orang di lingkar dekat Trump yang terkonfirmasi positif COVID-19. Tidak hanya McEnany, manajer kampanye Trump juga kena COVID-19 setelah Gedung Putih jadi klaster penyebaran baru di AS.
Dr Anthony Fauci, dokter senior badan penyakit menular AS, saat diwawancarai MSNBC, Kamis (8/10), mengatakan panduan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular AS (CDC) menyebut seorang pasien positif masih berpotensi menularkan penyakit selama 10 hari sejak ia mulai menunjukkan gejala atau sejak dua kali terkonfirmasi negatif lewat pemeriksaan yang dilakukan dalam rentang waktu 24 jam.
Gedung Putih menolak memberi tahu kapan Trump terakhir kali terkonfirmasi negatif COVID-19.
Wawancara Langsung
Trump dijadwalkan menghadiri wawancara direkam kamera bersama Fox News pada Jumat malam, menjadikannya wawancara pertama Presiden sejak positif COVID-19.
Fox News, lewat pernyataan tertulis, mengatakan Dr Marc Siegel akan menggelar pemeriksaan dan evaluasi kesehatan serta wawancara selama program berlangsung.
Biden terus berkampanye selama Trump kena COVID-19, dan ia dijadwalkan mengunjungi Las Vegas, Nevada, Jumat.
Biden, mantan Wakil Presiden, masih unggul dalam beberapa hasil survei, tetapi sejumlah negara bagian masih memiliki banyak suara ambang.
Baca Juga: Trump Nyaris Pakai Kaos Superman saat Umumkan Bebas Covid-19?
Trump saat diwawancarai Rush Limbaugh, seorang penyiar radio dari kubu konservatif, pada Jumat siang, mengatakan berusaha mendapatkan obat COVID-19 yang dikembangkan oleh Regeneron Pharmaceuticals Inc dan Eli Lilly and Co.
Ia juga berusaha secepatnya mendapatkan izin pakai untuk obat tersebut, mengingat selama sakit, Trump diberikan obat antibodi monoklonal tersebut.
Trump mengatakan ia kemungkinan tidak akan cepat pulih jika tidak diberikan obat tersebut. Presiden menyampaikan dokternya memberi tahu dirinya: “Kondisimu bisa jauh lebih buruk“.
Tim kampanye Trump dan Biden pada Kamis (8/10) memiliki pendapat berbeda terkait sesi debat kedua yang dijadwalkan berlangsung minggu depan. Trump menarik diri dari debat 15 Oktober 2020, setelah komisi debat mengatakan acara itu akan digelar secara virtual karena alasan keselamatan dan kesehatan, apalagi Trump belum lama kena COVID-19. (Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Trump Nyaris Pakai Kaos Superman saat Umumkan Bebas Covid-19?
-
Usai Kena Corona, Trump Undang Banyak Orang dan Bicara Tanpa Masker
-
Sapa Para Pendukung usai Dirawat, Trump: Berantas Virus China Ini!
-
Pakar Penyakit AS Ungkap Rahasia Presiden Trump Cepat Sembuh dari Corona
-
Donald Trump Ogah Hadiri Debat Capres AS Jika Digelar Virtual
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi
-
Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit
-
Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan
-
Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?
-
3 Rekomendasi Face Oil Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Ada yang Cuma Rp20 Ribuan