Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain meminta Kapolri Jenderal Idham Azis menjelaskan soal viral video seorang lelaki yang penampilannya menyerupai terpidana perkara kokain, RM, sedang joging di Bali dengan dikawal mobil dinas patroli dan pengawalan.
Jika video itu benar, Tengku mengatakan sama seperti masyarakat yang lain yang heran dengan tindakan polisi. Lantas dia membandingkan perlakuan polisi terhadap anak bangsa yang lain, seperti ketika terjadi demonstrasi baru-baru ini, sejumlah aksi massa ditanggapi dengan gas air mata.
"Saya dan banyak rakyat jadi heran. Anak bangsa demo dipukuli sedemikian rupa. Ditembaki gas airmata. Sementara di video itu anak cucu orang kaya dengan anjingnya dikawal mobil patwal," kata Tengku.
Melalui media sosial, Tengku berharap Idham Azis menjelaskan video itu supaya tidak menimbulkan opini liar di tengah masyarakat.
"Pak kapolri anda perlu menjelaskan perkara ini. Agar institusi Polri terjaga di mata rakyat," kata Tengku.
Dalam pernyataan sebelumnya, Tengku mempertanyakan apakah dalam peraturan kepolisian mengizinkan aset kepolisian boleh digunakan untuk hal semacam itu.
"Beredar video anak cucu orang kaya lari pagi dengan anjingnya, dikawal mobil patwal polisi. Benarkah video itu pak kapolri...? Kalau benar apakah memang mobil patwal polisi di dalam aturan kepolisian difungsikan untuk hal seperti itu? Ya Allah jagalah wibawa institusi Polri. Amin," katanya.
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Fadli Zon juga ikut mengomentari hal itu. Dia mempertanyakan siapa sebenarnya yang harus diayomi polisi.
"Wow pak kapolri, polisi melayani siapa?" kata Fadli Zon.
Baca Juga: Orang Mirip Cucu Orang Tajir Joging Dikawal Polisi, Tengku Tanya Kapolri
Senada dengan Tengku, dia juga membandingkan dengan perlakuan polisi terhadap para aktivis yang berbeda pendapat dalam masalah Undang-Undang Cipta Kerja.
"Sementara tokoh-tokoh berbeda pendapat ditangkapi, ini ada yang diperlakukan istimewa," kata Fadli.
Berita Terkait
-
Gaya Prabowo Hadapi Konglomerat Berbeda dengan Jokowi: Tertutup, Berbasis Data Satgas
-
Prabowo Kumpul Bareng Lima Konglomerat, Janji Perkuat Segala Lini Investasi
-
Gerindra Imbau Para Pengusaha dan Taipan Bertaubat: Umur Gak Ada yang Tahu
-
Riza Patria Soroti Perjalanan Politik Prabowo dan Pesannya bagi Para Taipan
-
Siapa 'Indonesian CIA' dan Konglomerat di Epstein Files? Dibahas Bersama Mata-Mata Israel
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas