Suara.com - Panitia Khusus Kawasan Berikat Nusantara/KBN DPRD DKI Jakarta melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Marunda yang tengah bersengketa. Di lokasi, anggota dewan mempermasalahkan soal batas pada pembangunan pelabuhan antara PT Kawasan Berikat Nusantara atau KBN Persero dan PT Karya Citra Nusantara (KCN).
Ketua Pansus KBN DPRD DKI Jakarta Pandapotan Sinaga mengatakan, ada ketidaksesuaian batas kanal antara Pelabuhan yang dibangun PT KCN dengan lahan PT KBN. Meski demikian, reklamasi pelabuhan tetap saja dilanjutkan.
"Setelah peninjauan, ditemukan adanya kanal antara batas KBN dan reklamasi yang ternyata tidak lengkap, hanya sepotong. Terus pembangunan masih berjalan terus," kata Pandapotan di lokasi, Selasa (20/10/2020).
Karena itu, Pandapotan menyebut Pansus akan memanggil semua pihak terkait hal ini. Ia ingin mendengarkan informasi lengkap dari kedua belah pihak dalam waktu dekat.
Minggu depan kita panggil lagi semua pihak, dari PT KTU, PT KBN dan juga PT KCN untuk menjelaskan," jelasnya.
Menurutnya, batas pelabuhan yang sedang dibangun PT KCN menjadi salah satu pemicu polemik yang terjadi berkepanjangan. Karena itu ia memerlika peninjauan langsung untuk melengkapi data yang ada.
"Selama ini kami baru mendapat informasi, gambaran dan foto-foto saja. Makanya hari ini kami langsung melihat lokasi untuk mengumpulkan semua data-data yang akan kita dalami lagi," tuturnya.
Setelah selesai memanggil, Pandapotan berhadap agar rekomendasi Pansus KBN bisa secepatnya rampung. Dengan demikian maka polemik yang terjadi sejak tahun 2015 silam bisa dirampungkan.
"Artinya pihak swasta juga tidak terganggu dia punya investasi, pihak KBN juga tidak terganggu sebagai BUMN kita, begitupun Pemprov juga tidak merasa teraniaya dengan perlakuan sepihak yang katanya berkali-kali surat yang dikeluarkan tidak ditaati," tuturnya.
Baca Juga: Pansus Banjir DKI: Rekomendasi Sudah Dibikin, Terserah Anies Mau atau Gak
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT KCN Widodo Setiadi membantah ada tumpang tindih antara lahan Pelabuhan dengan lahan milik KBN. Ia mengaku sudah menyampaikannya kepada DPRD DKI.
Ia menyebut pengerjaan pelabuhan juga sudah sesuai dengan tender. Batas Laut Jawa, Sungai Blencong, Cakung Drain, dan sisi selatan C01 disebutnya sebagai dua hal yang berbeda.
"Kita bangun sisi perairan yang memang untuk pelabuhan, seperti awal tender. Kita tunjukkan ini lho progresnya, tidak ada tumpang tindih dengan sisi daratnya KBN. Semua jelas karena kita tidak nempel dengan bibir pantai, ada jarak," ucapnya.
Widodo mengaku akan terus melakukan pembangunan Pelabuhan Marunda pier 2 dan tiga sehingga bisa selesai sesuai target awal yakni tahun 2024.
"Pier 2 tetap dilanjutkan pembangunannya, karena kita punya komitmen untuk menunjukan bahwa proyek ini harus selesai. Target kami tiga sampai empat tahun lagi seluruhnya selesai karena ini pembangunan yang berkelanjutan, bersimultan," pungkasnya.
Diketahui saat ini Dermaga Pelabuhan Marunda pier 1 sudah selesai 100 persen, sementara pier 2 baru mencapai tahap 35 persen dan pier 3 belum dikerjakan proyeknya.
Berita Terkait
-
DPRD DKI Soroti TPS Ilegal hingga Parkir Liar, Desak Pemprov Benahi Lingkungan
-
Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta
-
Tekan BBM Lewat WFH ASN? DPRD Jakarta Peringatkan Risiko ke Layanan Publik
-
Anggota Komisi C DPRD DKI: Terminal Kalideres Harus Renovasi Total demi Kenyamanan Pemudik
-
Bantargebang Sudah Sesak, DPRD DKI Minta Pasar Jaya Percepat Pengolahan Sampah Mandiri
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi